Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Guru Ngaji, 1 Ibu Rumah Tangga Serta 2 Anak Tewas Ditikam hingga Meninggal, Murid Menangis Histeris

Sabtu, 6 Maret 2021 14:55 WIB
Serambi Indonesia

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang guru ngaji bernama Ramlah (35) tewas akibat ditikam oleh Putra Permana secara membabi buta di Jalan Pendidikan, Dusun Meunasah, Banda Aceh.

Penikaman terjadi saat korban sedang memasak pada Jumat (5/3/2021). Tak hanya Ramlah, seorang IRT dan dua anak juga menjadi korban.

Dilansir oleh Serambinews.com, Ramlah meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) kawasan Blangpadang, Banda Aceh setelah mengalami pendarahan hebat.

Tersangka pelaku disebut masih tergolong saudara korban.

Antara tersangka dengan Muliadi (40), suami korban Ramlah, merupakan saudara sepupuan.

Informasi yang diperoleh Serambi, sehari-hari almarhumah Ramlah merupakan guru ngaji. Ia mengajar puluhan anak warga setempat.

Begitu kabar sang guru ngaji meninggal, isak tangis anak-anak setempat pun pecah. Begitu juga dengan warga lainnya.

Pantauan Serambi, di halaman dan samping rumah korban banyak terlihat ceceran darah.

Baca: Guru Ngaji di Tulungagung Dipukul saat Mengajar di Masjid, Polisi Enggan Beberkan Identitas Pelaku

Baca: 2 Tahun Sekeluarga di Aceh Hidup Beratap Terpal Bersama Ternak, Padahal Kandang Sapi Beratap Seng

Sebelum menusuk Ramlah, tersangka pada awalnya juga memukul Azumi Zahara (21), seorang IRT warga Gampong Lamjabat.

Setelah itu baru tersangka menuju rumah Ramlah dengan membawa pisau.

Di rumah itu, tersangka menusuk anak almarhumah, Safratin Nafiz (14) yang masih duduk di bangku MTsN.

Selain itu, sepupu Safratin Nafiz, yakni Alifah Imandan (12) yang kebetulan sedang berada di rumah almarhumah, juga ikut ditikamnya.

Anak korban, Safratin Nafis ditikam di leher kiri bagian belakang.

Sementara Alifah Imandan terkena tikaman di telinga bagian belakang kiri.

Mirisnya lagi, tersangka Putra Pratama memukul dahulu sebelum kedua anak itu ditusuk.

Warga baru mengetahui peristiwa pembantaian itu setelah Safratin Nafiz ke luar rumah dalam keadaan bersimbah darah.

Nafiz meminta pertolongan warga, sementara korban Alifah Imandan bersembunyi di belakang lemari di dalam rumah korban.

"Pertama, saya lihat ditusuk Nafis, lalu dia mengejar saya, terus memukul dan menusuk ke bagian telinga saya," ungkap Alifah kepada Serambi dengan terbata-bata.

Sekejap kemudian pelaku menusuk dada almarhumah Ramlah berulangkali.

Sang guru ngaji itu kemudian berlari ke luar rumah menyelamatkan diri.

Namun takdir berkehendak lain, Ramlah tak tertolong saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK melalui Kapolsek Ulee Lheue, Iptu Sujono SSos MSi kepada Serambi mengatakan, sejauh ini motif pembunuhan Ramlah belum diketahui.

Menurut Iptu Sujono, pelaku terlihat normal selama ini.

Bahkan menurut warga setempat, kata Kapolsek Ulee Lheue ini, korban selama ini sering menawarkan makan kepada pelaku Putra Pratama, karena memang masih termasuk sepupu suaminya, Muliadi (40).

Pada Jumat malam, tersangka dialihkan penahanannya dari Polsek Ulee Lheue ke Polresta Banda Aceh.

(Tribun-video.com/Serambinews.com)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Guru Ngaji Meninggal dengan Luka Tusuk, 2 Anak dan 1 IRT Juga Jadi Korban

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Larasati Putri
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Serambi Indonesia
Tags
   #guru ngaji   #Ditikam   #Banda Aceh   #pendarahan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved