Yandex

Terkini Daerah

Anak Gugat Ibu Kandung demi Sebidang Tanah, Berbuat Kasar hingga Meneror dan Memberikan Ancaman

Kamis, 4 Maret 2021 21:05 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus anak menggugat orangtua kembali terjadi.

Kali ini seorang ibu di Kota Semarang, Meliana Widjaja (64), dilaporkan ke polisi oleh anak laki-lakinya, J.

J melaporkan Meliana karena persoalan warisan.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana membenarkan soal adanya aduan tersebut.

"Kita masih tindak lanjuti pengaduan. Laporannya bentuk pengaduan," kata Indra.

Kuasa hukum Meliana, Deddy Gunawan mengatakan perkara ini berawal dari dua bidang tanah di kawasang Gajahmungkur, Semarang.

Tanah tersebut tadinya akan diberikan pada anak pertama Meliana.

Meliana berkonsultasi dengan wanita berinisial R yang merupakan teman almarhum suaminya yang menawarkan bantuan.

"Dua bidang tanah kecil, 220 meter dan 221 meter persegi, sertifikat atas nama Pak Sardjono, almarhum suami Bu Meliana. Bu R ini teman dari suami bu Meliana," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat proses pengurusan, Meliana merasa ada yang janggal karena nama ahli waris berubah menjadi satu nama anak yaitu anak pertama, padahal Meliana memiliki tiga anak.

Baca: Tahan Tangis, Begini Curahan Hati Ibu Dilaporkan Anak Kandung atas Dugaan Pemalsuan Sertifikat Tanah

Merasa ada yang janggal, Meliana berusaha mengembalikan menjadi nama suaminya.

"Begitu tahu itu, Bu Meliana langsung suruh membatalkan akta waris itu sehingga dinyatakan tidak berlaku. Sehingga nama akta itu kembali ke nama Pak Sardjono," jelasnya.

Upaya mediasi sudah dilakukan, namun J tetap pada pendirian meminta warisan.

"Ketika kami mencoba memediasikan, Ibu Meliana menolak karena masih hidup. Kalau memang mau ya ini kami berikan sertifikat, hak dia senilai Rp 1 miliar. Itu yang akan diberikan kepada J. Namun, J tidak ada tanggapan dan cenderung menantang bagaimana proses ini dilanjutkan sampai ke peradilan," tegasnya.

Sementara itu Meliana bercerita, suaminya wafat pada tahun 2008 silam.

Sejak itu, kata Meliana, perlakukan J berubah drastis.

J bersikap sangat kasar pada Meliana.

Keretakan hubungan antara ibu dan anak itu pun dipicu sejak J mengenal wanita yang sekarang menjadi istrinya.

J tega memutus hubungan dengan sang ibu hanya karena persoalan harta warisan berupa sebidang tanah atas nama almarhum ayahnya.

"Dia (J) memaksa minta warisan kepada saya, padahal saya masih hidup kok. Itu anak durhaka," ungkap Meliana

Meliana mengaku kerap mendapat teror dari J.

Baca: Anak Laporkan Ibu dan Dihujat Warganet, Pengacara: Masalah Ini Harus Dilihat dari Perspektif Hukum

Meliana bahkan sampai ketakutan atas teror dari J.

"Anak ini sering meneror saya bertahun-tahun. Sejak papanya engga ada suka bentak-bentak. Pakaian dilempar ke lantai. Bahkan menyebar beling di kamar saya. Saya ketakutan. Saya mengandung dia selama 9 bulan tidak pernah minta balasan," lirihnya.

Meliana selalu melindungi J ketika sang ayah berusaha mengusir J karena sikapnya yang kasar.

Bahkan, ia merasa sikap J berubah menjadi anak yang suka berbohong dan memfitnah.

"Saya dulu itu paling sayang sekali dengan dia. Sekolah ke luar negeri saya yang kirimi uang, saya belikan mobil. Dia ternyata tidak sekolah, dia berbohong. Tapi sekarang balasannya seperti itu," ucapnya.

Kakak pertama J, Tommy berpesan agar adiknya menyudahi persoalan ini.

"Semoga ini bisa dihentikan, kasihan Mama," ujar Tommy.

Sedangkan J justru menganggap apa yang diutarakan oleh ibu dan kuasa hukumnya tak sesuai fakta.

"Sementara saya enggak gubris, saya malah geli. Saya lebih baik diam karena enggak sesuai fakta," kata J. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pengakuan Anak yang Laporkan Ibu ke Polisi, Disebut Tebar Beling Demi Warisan : Saya Malah Geli

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Sekar Manik Pranita
Sumber: Tribunnews Bogor
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved