Yandex

INDONESIA UPDATE

Ibu dan Bayi Berusia 6 Bulan Dipenjara di Aceh karena Langgar UU ITE, Polri Berikan Penjelasan

Kamis, 4 Maret 2021 14:56 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Beberapa waktu lalu, kasus seorang ibu bernama Isma di Aceh harus dipenjara bersama anaknya yang masih berusia enam bulan.

Sang ibu dipenjara akibat kasus UU ITE, sementara anaknya yang masih menyusui terpaksa harus ikut sang ibu.

Terkait kasus itu, Polri mengaku tak bisa berbuat banyak.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan kasus Isma telah melalui rangkaian proses dan putusan pengadilan.

Dengan kata lain, vonis telah diketok sebelum Surat Edaran (SE) Kapolri Jenderal Listyo Sigit soal UU ITE.

Ia memastikan Polri tetap berkomitmen menjalankan surat edaran Kapolri soal penyelesaian pelanggaran UU ITE secara restorative justice.

Khususnya pelanggaran UU ITE yang berkaitan dengan pencemaran nama baik, fitnah hingga berita bohong.

Baca: Terpidana UU ITE Bawa Anak ke Lapas, Polri : Itu Udah Masuk Proses Pengadilan

Dalam surat edaran itu, disebutkan masalah yang berhubungan dengan interpersonal yang berhubungan dengan UU ITE, pihaknya akan membuka ruang mediasi seluas-luasnya.

Namun bila mediasi tak menemukan titik temu, maka kasus akan dilanjutkan.

Meski begitu tidak ada penahanan kepada para pelaku.

Kemudian Rusdi menjelaskan, ada kasus-kasus yang dikecualikan untuk tetap diproses secara hukum. '

Kasus tersebut adalah kasus pelanggaran UU ITE yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Sebelumnya, Isma (33) ditahan bersama anaknya berusia enam bulan setelah divonis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, karena bersalah melanggar UU ITE.

Isma divonis tiga bulan penjara.

Meski sudah dijamin oleh tiga anggota dewan, Isma dan bayinya tetap ditahan di Rutan Lhoksukon.(*)

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Videografer: fajri digit sholikhawan
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved