Yandex

Terkini Nasional

Satu Anggota Brimob Gugur dalam Perburuan MIT di Poso, Sebelumnya Anak Buah Jenderal Andika Perkasa

Kamis, 4 Maret 2021 13:33 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM, AMBON -Perburuan Ali Kalora Cs dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) memakan korban lagi dari pihak TNI-Polri.

Seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) gugur setelah terlibat kontak tembak dengan kelompok teroris Ali Kalora pada Rabu (3/3/2021).

Sebelumnya, perburuan Ali Kalora Cs juga menyebabkan anak buah Jenderal Andika Perkasa, Praka Dedi Irawan gugur.

Praka Dedi gugur dalam kontak senjata yang terjadi di wilayah Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (1/3/2021).

Tak lama kemudian, kontak senjata antara TNI-Polri dengan Ali Kalora Cs terjadi lagi di Pegunungan Kilo 7 Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (3/3/2021).

Kejadian tersebut bermula dari patroli pengejaran yang dilakukan aparat yang tergabung dalam Satgas Madago Raya.

Seperti dilansir dari Tribun Palu dalam artikel 'Kronologi Briptu Herlis Gugur saat Kontak Tembak dengan MIT Poso, Berawal dari Patroli Pengejaran'

Patroli pengejaran tersebut merupakan rangkaian dari kejadian kontak tembak pada Senin (1/2/2021).

"Kontak tembak ini adalah merupakan serangkaian dengan kejadian pada hari Senin.

Kemudian dilakukan pengejaran. Berawal dari patroli, kemudian terjadi kontak tembak lagi," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto saat dihubungi.

Anggota Brimob Polda yang tewas bernama Briptu Herlis. Didik mengatakan, Herlis ditembak pada sekitar 16.02 Wita.

"Luka tembak di badan bagian samping satu peluru," kata Didik.

Ali Kalora cs Makin Terdesak

Sementara itu, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, menengarai kelompok MIT pimpinan Ali Kalora saat ini semakin terdesak.

Penilaiannya didasarkan pada alasan bahwa jumlah personel kelompok itu semakin sedikit dan persenjataan yang mereka miliki tinggal tiga pucuk.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah'

Selain itu, wilayah persembuyian mereka sudah terdeteksi.

"MIT semakin terdesak.

Dan tampaknya susah bagi mereka mendapatkan bantuan dari luar karena posisinya tidak memungkinkan dari sisi itu.

Sekat-sekat dari Satgas Madago Raya begitu ketat sehingga bantuan dari luar susah masuk ke mereka. Ini membuat mereka terdesak dan bertahan dengan cara apa yang mereka bisa," jelas Ridwan.

Menurutnya, jalan terbaik buat kelompok MIT adalah menyerahkan diri.

"Kalau mereka ini memaksakan diri melawan, maka bisa dipastikan mereka akan habis dalam kontak tembak.

Tetapi bisa saja mereka menyerahkan diri menuju ke pos terdekat atau desa terdekat di pegunungan."

"Kemudian menyatakan menyerahkan diri barangkali mereka masih bisa diproses hukum.

Tentu harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka yang meneror masyarakat," paparnya.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Perburuan Ali Kalora Cs Makan Korban Lagi 1 Brimob, Sebelumnya Anak Buah Jenderal Andika Perkasa

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Surya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved