Yandex

Terkini Nasional

Pengakuan Edhy Prabowo, Eks Menteri KKP Bantah Menyalahgunakan Kunjungan Daring di Rutan KPK

Selasa, 2 Maret 2021 22:59 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membantah telah memanfaatkan kunjungan daring dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Edhy mengklaim hanya melakukan video telekonferensi dengan keluarga dan anak-anaknya.

"Itu kan pas waktu Zoom. Saya Zoom di situ sama keluarga dan anak-anak saya," ucap Edhy usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

Baca: Sempat Akui Rindu Keluarga, Edhy Prabowo Ketahuan Dijenguk Orang Lain, KPK Perketat Kunjungan Online

KPK menduga tersangka kasus suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur itu berhubungan dengan pihak lain selain keluarga.

Edhy mengatakan hanya diperkenalkan oleh eks staf khususnya Andreau Pribadi Misanta kepada keluarganya.

"Setelah selesai, kebetulan di sebelah saudara Andreau. Dia ngenalin saya dengan keluarganya. Udah selesai nih, saya say hello, masa saya merengut. Saya enggak ada ngomong apa-apa, saya enggak kenal ada siapa di situ, saya hanya nyapa ibunya Andreau," katanya.

Bekas kader Partai Gerindra itu berkata bahwa aturan kunjungan daring di rutan KPK sangat ketat.

"Wong untuk Zoom itu kan diatur. Pertama saya bikin daftar. Jadi enggak sembarang, jadi kalau namanya yang salah dengan daftar kita pun enggak dikasih termasuk istri saya," kata Edhy.

"Jadi kabar yang beredar Zoom dengan eksportir benur itu salah ya. Saya enggak pernah Zoom dengan orang lain selain istri saya. Kalau kemarin data yang ada foto itu adalah foto keluarganya Andreau yang ada di Zoom dan saya say hello hanya dadah-dadah dan kebetulan senyum," imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, Edhy Prabowo diduga menyalahgunakan kunjungan daring (online) yang difasilitasi oleh KPK pada 1 Februari 2021 lalu.

Edhy merupakan tersangka kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur dan ditahan di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca: Sempat Akui Rindu Keluarga, Edhy Prabowo Tertangkap Dijenguk Orang Lain, Kini Kunjungan Diperketat

Dugaan penyalahgunaan kunjungan daring itu juga dikakukan seorang tersangka lain Andreau Pribadi Misanta selaku staf khusus Edhy.

"Pihak yang turut hadir dalam kunjungan online dimaksud ternyata tidak tercatat dan terdaftar sebagai bagian dari pihak keluarga para tersangka," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Ali berkata bahwa rutan KPK memfasilitasi kunjungan daring bagi keluarga Edhy Prabowo dan Andreau Pribadi Misanta.

Pihak rutan KPK memberikan izin bagi keluarga inti kedua tersangka untuk melakukan kunjungan daring.

Akan tetapi, muncul pihak lain saat kunjungan online tersebut dikakukan.

Sehingga pihak rutan KPK melakukan pengecekan.

Usai dilakukan pengecekan, ternyata pihak yang dimaksud tidak tercatat maupun terdaftar sebagai pihak keluarga kedua tersangka.

"Atas kejadian tersebut, pihak Rutan KPK tentu akan lebih selektif dan aktif memantau pelaksanaan kunjungan online bagi para tahanan di Rutan KPK," kata Ali. (*)

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ilham Rian Pratama
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved