Yandex

Terkini Nasional

Istrinya Bebas dari Dakwaan Kasus Pelemparan Pabrik Tembakau, Suami: Hukum Jangan Tajam ke Bawah

Selasa, 2 Maret 2021 20:53 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM – Keluarga empat ibu rumah tangga terdakwa kasus pelemparan pabrik tembakau, di Desa Wajageseng, Lombok Tengah menyambut gembira putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya.

Pengadilan menerima eksepsi atau keberatan tim kuasa hukum dan membebaskan ibu-ibu tersebut dari dakwaan jaksa penuntut umum.

Kebahagiaan pun tergambar dari wajah para suami ibu-ibu tersebut.

Mereka ikut mengantar dan menjemput istrinya saat persidangan di PN Praya, Senin (1/3/2021).

Kala mendengar keputusan majelis hakim, mereka pun ikut bersyukur.

Sebagian keluarga pun memantau proses persidangan di luar gedung pengadilan.

”Alhamdulillah istri saya bisa bebas dari dakwaan,” ujar Asmayadi, suami dari Fatimah, salah satu terdakwa kasus pelemparan pabrik tembakau.

Baca: Tradisi Warga Lombok Menjaga Kesucian Alam Rinjani dengan Ritual Ngasuh Gunung

Dia berharap tidak ada lagi istri atau ibu rumah tangga yang ditangkap karena membela kebenaran.

”Ini jadi pelajaran. Hukum tidak boleh lagi tajam ke atas dan tumpul ke atas,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum Ali Usman Ahim berterima kasih kepada majelis hakim yang telah menerima eksepsi mereka.

”Tentu proses ini tidak berakhir sampai di sini. Ada proses hukum berikutnya di teman-teman jaksa penuntut umum,” katanya.

Ali berharap, setelah ada proses restorative justice yang bisa ditempuh.

Sehingga ibu-ibu tersebut benar-benar terlepas dari segala tuntutan hukum.

”Kami akan berkoordinasi dengan jaksa terlebih dahulu agar ada proses yang lebih manusiawi untuk penanganan dan penegakkan kasus keempat IRT ini,” katanya.

Adapun empat ibu rumah tangga Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah menjadi terdakwa karena melempar pabrik tembakau UD Mawar Putra.

Aksi itu mereka lakukan karena pabrik tersebut mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu warga.

Tapi aksi protes itu justru membuat mereka ditahan. Mereka pun membawa dua balita saat tinggal di sel tahanan.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunlombok.com dengan judul 4 Ibu Rumah Tangga Bebas Dakwaan, Suami: Ini Pelajaran, Hukum Jangan Tajam ke Bawah Saja

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Lombok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved