Minggu, 12 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Aksi Demo Kudeta Militer Myanmar Rusuh, 18 Orang Tewas dan 30 Luka-luka

Senin, 1 Maret 2021 10:02 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi demonstrasi menentang kudeta militer di Myanmar berujung pada tewasnya 18 orang.

Tewasnya belasan demonstran itu diakibatkan kerusuhan yang terjadi pada Minggu (28/2).

Pihak berwenang sendiri enggan menanggapi kerusuhan tersebut.

Tak hanya korban tewas, dilaporkan juga terdapat 30 orang mengalami luka-luka dalam aksi demonstrasi tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa ini disebut sebagai hari paling berdarah selama serangkaian aksi protes menentang kudeta sejak 1 Februari lalu.

Seperti diketahui junta militer Myanmar telah mengambilalih kepemimpinan de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.

Menurut Kantor Hak Asasi Manusia PBB, total jumlah korban tewas selama kudeta militer Myanmar mencapai 21 orang.

Global New Light Of Myanmar yang dikelola negara mengatakan, tentara sebelumnya telah menunjukkan pengekangan, tetapi tidak bisa mengabaikan massa yang anarkistis.

Media Myanmar itu menambahkan, pihak tentara akan mengambil sikap tegas terhadap para pengunjuk rasa yang rusuh.

Diketahui, seorang pengunjuk rasa yang tewas adalah insinyur jaringan internet bernama Nyi Nyi Aung Htet Naing.

Sebelum tewas, ia sempat menuliskan terkait protes tindakan keras dari junta militer di media sosial Facebook.

“#How_Many_Dead_Bodies_UN_Need_To_Take_Action,” tulisnya di Facebook, mengacu pada PBB.

Nyi Nyi Aung Htet Naing ditembak beberapa ratus meter dari Persimpangan Hledan di Yangon, tempat aksi protes biasa digelar.

Sejumlah orang sempat melewati jasadnya, baru beberapa saat kemudian lima orang berani membawa jasadnya pergi.

Seorang pejabat PBB yang berbicara tanpa menyebut nama mengatakan, Nyi Nyi adalah satu dari setidaknya lima orang yang terbunuh di Yangon.

Sejumlah unit polisi dan militer Myanmar dikenal keras terhadap para demonstran di wilayah perbatasan.

Di kota pesisir Dawei misalnya, pasukan keamanan dilaporkan menembaki demonstran di tengah jalan.

Bukan hanya itu, tentara juga melakukan pemukulan pada para demonstran.

Seorang reporter melaporkan, polisi memberi tahu bahwa mereka menembak karena keinginan sendiri bukan karena diperintahkan.

Untuk itu warga diminta untuk tinggal di rumah saja.

Meski ada tindakan keras, pengunjuk rasa menyebar ke berbagai distrik, memasang penghalang jalan dengan tempat sampah beroda, tiang lampu, dan balok beton.

Beberapa orang memegang tameng anti huru hara buatan sendiri dari lembaran timah dan distensil dengan tulisan “PEOPLE” agar kontras dengan tameng yang berlabel “POLICE”.

Para pengunjuk rasa menulis golongan darah mereka dan nomor kontak kerabat terdekat di lengan mereka jika mereka terluka.

(TribunVideo.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Paling Berdarah Sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari"

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved