Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Bayi Hiu Mirip Wajah Manusia di Rote Ndao, BBKSDA NTT Sebut Ada Indikasi Cacat Bawaan

Minggu, 28 Februari 2021 19:26 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, angkat bicara soal bayi hiu yang viral belakangan ini.

Bayi hiu tersebut menyerupai wajah manusia yang ditemukin nelayan di Kabupaten Rote Ndao.

Dilansir oleh Kompas.com, Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara menyebut, pihaknya sudah mendatangi langsung warga yang menyimpan bayi ikan hiu itu.

"Bayi ikan hiu itu disimpan dan diawetkan di rumah Akram Hanasim, warga Kampung Baru, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao," ungkap Timbul kepada sejumlah wartawan di Kupang, Minggu (28/2/2021).

Berdasarkan wawancara, diketahui pada Minggu (21/2/2021), seorang nelayan bernama Abdullah Fero yang merupakan keluarga dari Akram Hanasim mendapati seekor ikan hiu dalam kondisi mati.

Ikan hiu tersebut tersangkut di jaring ikan miliknya yang dipasang di Nusalai, (Batu Pulau), Desa Papela.

Ikan hiu sepanjang sekira 1,50 meter itu dibawa ke darat dan ketika dibelah, terdapat tiga janin di dalamnya.

Dari ketiga janin hiu, salah satunya berwujud menyerupai wajah manusia.

Janin yang kemudian membuat heboh warga kemudian diawetkan dalam wadah kaca berisikan cairan alkohol.

Baca: Heboh Penemuan Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti LIPI Berikan Penjelasan Ilmiah

Baca: Heboh, Ditemukan Hiu Mirip Wajah Manusia di NTT, BKKPN Ungkap Fakta Mengejutkan

Timbul mengatakan, untuk lebih memastikan, dirinya lalu menghubungi dosen dan peneliti ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Charles PH Simanjuntak.

Setelah membawa dan memperhatikan hasil pengumpulan informasi oleh petugas RKW Rote, disimpulkan, spesies janin hiu adalah Carcharinus melanopterus atau blacktip reef shark.

Spesies itu termasuk kategori rentan dalam daftar merah IUCN.

Bayi hiu yang diawetkan masih dalam kondisi janin atau fetus, berasal dari dalam tubuh induknya atau belum dilahirkan.

Bagian lubang atau bulatan adalah organ mata, namun posisinya belum berada pada bagian lateral (sisi tubuh) melainkan ventral (depan).

"Informasi ini sekaligus mematahkan dugaan, kedua lubang adalah hidung," ujar Timbul.

Timbul menuturkan, mata yang tidak bermigrasi saat pembentukan embrio, yaitu berada pada bagian ventral, mengindikasikan adanya cacat bawaan atau congenital abnormalities/ the birth deformity.

Penyebabnya ada beberapa faktor, baik karena genetik mau pun lingkungan.

Timbul mengingatkan, walaupun hiu belum termasuk dilindungi menurut Peraturan Menteri LHK Nomor 106 tahun 2018, namun keberadaannya penting di perairan laut.

Menurutnya, posisi hiu dalam rantai makanan adalah sebagai top predator yang berfungsi untuk mengendalikan jenis-jenis yang dimangsanya.

Untuk itu, Timbul mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi sirip hiu dan nelayan untuk menghentikan eksploitasi ikan hiu, supaya sumber daya perairan dapat terus dimanfaatkan secara lestari.

(Tribun-video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bayi Hiu di Rote Ndao yang Menyerupai Wajah Manusia, BKSDA NTT: Indikasi Cacat Bawaan

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Larasati Putri
Video Production: Enggar Tiasto
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved