Yandex

Terkini Daerah

Jadi Buronan Polisi, Emak-emak di Mataram Ternyata Salah Satu Bandar Narkoba Besar di Wilayahnya

Minggu, 28 Februari 2021 17:53 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM – Emak-emak berinisial RA (33), warga Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, NTB jadi buronan polisi.

Dia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Satuan Resnarkoba Polresta Mataram .

RA bukan perempuan sembarangan. Dia diduga salah satu bandar besar sabu di kampungnya.

”Kepolisian kini melakukan pencarian dan pengejaran untuk menangkap RA,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama, dalam keterangan pers, Sabtu (27/2/2021).

Baca: 10 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta, Pelaku Sembunyikan Narkoba di Dubur

Penetapan status DPO ditetapkan setelah RA berhasil kabur saat akan ditangkap, Jumat (26/2/2021).

Petugas melakukan penangkapan sekitar pkul 14.30 Wita, di rumah RA.

Tapi RA rupanya mengetahui kedatangan petugas ke rumahnya sehingga melarikan diri.

”Dia ini termasuk ibu-ibu lincah. Dia berhasil kabur,’’ bebernya.

RA bisa kabur karena rumahnya memiliki dua gang sebagai akses masuk.

Saat digerebek di gang satu, RA kabur dari gang yang lainnya.

”Kondisi di lingkungannya memang seperti itu. Ada dua gang di sana. Dia kabur dari gang yang lain,’’ tuturnya.

RA dikenal sebagai single parent dengan dua orang anak.

Baca: Buronan Interpol Asal Rusia Berhasil Ditangkap, Diduga Bandar Besar Narkoba Jaringan Internasional

Tapi gaya hidupnya terkesan mewah tanpa pekerjaan yang jelas.

”Gaya hidupnya hedon. Sudah menjadi target operasi kita empat bulan,’’ katanya.

Saat dilakukan penggerebekan di rumah RA, petugas menemukan sejumlah barang bukti.

Diantaranya, 16 klip plastik berisikan kristal bening yang diduga sabu.

Sejumlah alat konsumsi dan alat bantu penjualan.

Serta uang tunai Rp 28 juta diduga hasil penjualan sabu.

”Pemilik barangnya memang kabur. Tapi kita dapatkan barang buktinya. Tinggal kita cari orangnya,’’ terang Yogi.

Setelah menetepkan RA dalam DPO. Yogi meminta bantuan masyarakat untuk menginformasikan keberadaan RA.

“Kalau ada informasi tentang keberadaan saudari RA. Tolong informasikan kepada kami,’’ katanya.

Kepada bandar narkoba yang masih berkeliaran. Yogi menyerukan untuk berhenti berbisnis barang haram tersebut.

Karena Kepolisian akan bertindak tegas dan memerangi peredaran narkoba.

”Jangan lagi tambah kekayaan kalian dari jual beli barang haram ini,’’ tegasnya. (*)

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Lombok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved