Yandex

INDONESIA UPDATE

Pengakuan Nurdin Abdullah seusai Diperiksa KPK: Demi Allah Saya Tidak Tahu Apa-apa, Saya Minta Maaf

Minggu, 28 Februari 2021 13:43 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Sabtu (27/2/2021) sekira pukul 02.00 WIta, Nurdin ditangkap di rumah dinas Gubernur Sulawesi Selatan atas kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021.

Tak hanya Nurdin, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) SUlsel, Edy Rahmat juga ditangkap dan langsung diterbangkan ke Jakarta.

Pagi tadi, Minggu (28/2/2021), seusai diperiksa KPK, Nurdin menyampaikan beberapa pernyataan kepada awak media.

Ia mengaku tak mengetahui apapun, bahkan Nurdin sampai bersumpah demi Tuhan.

Nurdin juga menyebut tak mengetahui sama sekali, orang kepercayaannya, Edy Rahmat melakukan kegiatan transaksi.

Hal itu disampaikannya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pernyataan itu merupakan pernyataan pertama Nurdin kepada pers serelah ditangkap.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah adalah Bupati Bantaeng dua periode.

Ia menyatakan akan menerima dan ikhlas menjalani proses hukum yang menjeratnya.

Nurdin juga turut melontarkan permintaan maaf atas kasus ini, kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca: KPK OTT Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Terima Gratifikasi

Diketahui dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka yang terlibat, mereka adalah Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) SUlsel, Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Nurdin Abdullah ditangkap sebagai penerima uang proyek senilai Rp 2 miliar dari Agung Sucipto.

Berdasarkan proses penyelidikan, diketahui Agung telah lama menjalin komunikasi dengan Nurdin yang dikenalnya melalui rekomendasi dari tersangka Edy Rahmat.

Penangkapan ketiganya bermula dari operasi tangkap tangan pada Jumat (26/2/2021) hingga Sabtu (27/2/2021).

Dalam penangkapan ini, KPK turut menyita koper berisi uang sejumlah Rp2 miliar yang diduga untuk Nurdin.

Dalam operasi senyap tersebut tim penindakan mengamankan enam orang selain Nurdin, Edy, dan Agung yakni sopir Agung berinisial NY, Sopir Edy berinisial IF, dan SB yang merupakan ajudan Nurdin Abdullah.

Kini Nurdin ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sedangkan Agung ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih dan Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Cabang Kavling C1.(*)

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Videografer: fajri digit sholikhawan
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved