Yandex

Terkini Nasional

Oknum Polisi di Deli Serdang Todongkan Pistol ke Buruh, Video Dihapus sang Polisi

Minggu, 28 Februari 2021 12:21 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi koboi seorang oknum polisi kembali terjadi, kali ini di Deli Serdang seorang petugas menodongkan pistol kepada massa buruh.

Peristiwa terjadi saat puluhan buruh yang tergabung anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi mogok kerja di PT Rezeky Fajar Andalan (RFA) beralamat di Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang Sumut pada hari Jumat 26 Februari 2021.

Dalam video yang berhasil direkam oleh seorang buruh berdurasi 5.39 detik terlihat detik-detik sebelum Iptu Mustofa menodongkan pistol ke arah pengunjuk rasa.

Terlihat oknum polisi tersebut berdebat dengan massa aksi.

"Kalian mau kerja atau enggak, kalian mau kerja atau enggak?

Gini aja kalau kalian mau kerja, nanti kalau sudah perusahaan memecat kalian apa boleh buat," tegasnya oknum polisi tersebut dijawab "Mau kerja pak," kata salah seorang buruh.

"Kalau saya itu ajalah, sayang kali usaha kalian ini. Tapi entahlah kalau disana udah ada yang nunggu, entah 17 juta kan, iya betul saya, bukan saya membela siapa," cetus Iptu Mustofa.

"Jangan anarkis, kalau anarkis nanti berurusan sama pihak berwajib," tambahnya lagi.

Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi menyebutkan bahwa tujuan para buruh melakukan mogok kerja karena pemecatan sepihak yang dilakukan pihak perusahaan pasca pembentukan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) di PT Rezeky Fajar Andalan.

Namun, disela-sela aksi tiba-tiba salah seorang oknum perwira polisi berpangkat Iptu Mustofa mendatangi pengunjuk rasa.

Informasi yang dihimpun oknum polisi tersebut menjabat Kanit Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Hamparan Perak.

Baca: Viral Video Rekaman Seorang Ibu Aniaya Anak Diduga Terjadi Di Medan, Dipukul Hingga Todongkan Pisau

"Iya, oknum polisi mengeluarkan senjata api kepada buruh yang unjuk rasa," kata Tony saat dikonfirmasi tribunmedan.com, Sabtu (27/2/2021).

Ia membeberkan kronologi sebelum mengeluarkan senjata api dan memamerkannya pada buruh, oknum polisi Iptu M tersebut sempat mengatakan pada buruh yang menggelar aksi untuk berunding dan memberikan waktu hingga dua jam.

"Tidak beberapa lama kemudian, oknum polisi tersebut mendatangi, para pekerja buruh dan menyatakan kalian jangan di depan pintu perusahaan, nanti dapat mengundang atau mempengaruhi orang lain," kata Toni.

Karena para pekerja tidak mau berpindah, oknum perwira polisi tersebut marah-marah dan langsung mengeluarkan senjata api ke arah para buruh.

"Pistol diarahkan kepada kepada para buruh serta menendangi makanan dan minuman para buruh," jelasnya.

Tony mengungkapkan dalam kejadian tersebut, salah seorang buruh sebenarnya merekam atau memvideokan aksi sang oknum, akan tetapi mengetahui aktingnnya di rekam, sang oknum merampas handphone anggota FSPMI yang sedang merekam dan menghapusnya.

"Syukur kami ada simpan foto-foto koboi dia, dan video sang oknum sedang komunikasi dengan para buruh di depan perusahaan juga ada sebagai bukti kuat pristiwa itu," tambah Tony.

Bahkan tak hanya sampai disitu, Toni mengungkapkan oknum tersebut juga mengancam dengan kata-kata "Kalau kalian tidak segera bubar, ku angkut kalian ke Polsek Hamparan Perak," cetusnya.

Karena diintimidasi, para pekerja/buruh yang melakukan aksi mogok kerja dengan terpaksa membubarkan diri.

Dan para pekerja yang bersolidaritas melakukan aksi mogok kerja pun kini terancam di-PHK secara sepihak.

Senada, Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo mengutuk tindakan Oknum perwira polisi tersebut.

Serta pihaknya sudah membuat surat terbuka elektronik yang dikirim ke Mabes Polri.

”Kita minta kepada Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolsek Hamparan Perak segera mengamankan sang oknum untuk diberikan sanksi.
Penggunaan senjata api dalam penanganan aksi buruh sangat dilarang, dan perbuatan ini dapat mencoreng Institusi polisi sendiri.

Secara resmi FSPMI Sumut kata dia mungkin akan membuat laporan ke Propam Polda Sumut pada Senin depan," kata Willy

Tidak hanya itu, FSPMI juga meminta agar Pimpinan Perusahaan PT RFA di periksa Polisi, karena diduga memanfaatkan aparat penegak hukum untuk melakukan intimidasi terhadap buruh.

"Sang oknum ini menurut laporan buruh kerap masuk ke perusahaan, bahkan sebagian buruh mengatakan sudah seperti humas perusahaan sang oknum ini.

Kita juga sudah laporkan perusahaan kepada PPNS Kepengawasan ketenagakerjaan, semoga segera ditindak” tutup Willy.

Atas intimidasi ini, DPW FSPMI – KSPI Sumut langsung mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden, Kapolri, Gubernur Sumut dan Kapolda Sumut yang berisi kecaman terhadap tindakan ini dan meminta perlindungan kebebasan berserikat buruh.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Hamparan Perak Kompol Edward Simamora menyebutkan masih mengecek terkait kabar penodongan pistol tersebut.

"Masih kami Cek Pak, mohon maaf, mohon bersabar," tuturnya kepada tribunmedan.com.

Ia juga membenarkan bahwa oknum polisi tersebut menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Hamparan Perak.

"Kanit Binmas Polsek Hamparan Perak Pak," cetusnya.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Detik-detik Oknum Polisi Todongkan Pistol ke Buruh di Deli Serdang, Video di Hapus Sang Polisi

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Fitriana SekarAyu
Sumber: Tribun Medan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved