Yandex

Travel

Tradisi Warga Lombok Menjaga Kesucian Alam Rinjani dengan Ritual Ngasuh Gunung

Sabtu, 27 Februari 2021 23:17 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM - Masyarakat lombok memiliki tradisi khusus untuk menjaga kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani.

Ritual yang berlangsung turun temurun ini disebut ritual ‘ngasuh gunung’.

Tradisi ini dilakukan masyarakat adat di beberapa kampung yang ada di kaki Gunung Rinjani.

Salah satunya di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ritual ini merupakan salah satu ritual sakral masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Rinjani.

Ritual dimulai dengan penyembelihan kerbau dan ayam, sebagai hewan kurban.

Setelah dipotong, dagingnya kemudian dimasak dan dimakan bersama.

Dalam acara itu juga ada sembeq burak, tamu-tamu yang datang diberikan tanda di kening. Itu menunjukkan mereka sebagai tamu kehormatan dalam acara tersebut.

Kemudian acara dilanjutkan doa bersama oleh Amaq Lokak, kiyai, dan para tetua adat di bale adat. Mereka memanjatkan puja puji dan doa-doa kepada Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta.

Ritual selanjutnya, warga dipimpin Amaq Lokak dan para tetua adat berjalan menuju kawasan hutan Gunung Rinjani.

Acara ‘ngasuh gunung’ juga bisa dirangkai dengan pemberian santunan bagi anak yatim piatu. Itu sebagai bentuk kepedulian dengan sesama umat manusia.

Arti Kata Ngasuh Gunung

Kata ‘ngasuh gunung’ sendiri berasal dari kata dasar ‘Ngasuh’ yang bermakna mengasihi. Sehingga ritual itu merupakan bentuk kasih sayang kepada alam Gunung Rinjani.

Bagi masyarakat di sini, hutan dan gunung merupakan sumber mata air yang dibutuhkan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sehingga perlu dijaga kelestariannya. Menjaga kelestarian alam tidak hanya dengan turun ke hutan dan menanam pohon.

Tetapi juga melalui ritual sakral seperti ‘ngasuh gunung’ agar warga punya kesadaran menjaga alamnya.

Kelestarian alam Gunung Rinjani sendiri sangat besar bagi pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat pulau Lombok secara luas.

Karena banyak menyimpan sumber mata air yang dibutuhkan masyarakat.

Sehingga para leluhur selama ini memperlakukan gunung ini seperti manusia, bisa berdialog, dan berbicara.

Pelaksanaan Ritual Ngasuh Gunung Rinjani

Ritual ngasuh gunung tidak ditentukan kapan akan dilaksanakan.

Karena tergantung pada kejadian bencana yang melanda masyarakat.

Karena selain untuk menjaga kelestarian alam, ritual ini juga dimaknai warga untuk mensucikan gunung, terutama bila ada kejadian di Gunung Rinjani.

Baik kejadian karena bencana alam maupun kecelakaan pendaki yang merengut korban jiwa.

Pelaksanaan ritual ditentukan melalui kesepakatan dalam musyawarat adat (gundem).

Setiap ritual ngasuh gunung, biasanya masing-masing keluarga akan menyumbang sejumlah uang, beras, dan kelapa untuk acara tersebut.

Besaran uang disepakati dalam musyawarah adat. Uang tersebut untuk membeli kerbau yang menjadi syarat utama digelarnya ritual.

Meski merupakan acara adat, semua prosesi dan tahapan ‘ngasuh gunung’ kental dengan syariat Islam.

Mulai dari prosesi penyembelihan hewan kurban, memasak, dan doa-doa. Semua sesuai ajaran-ajaran Islam.

Bahkan, sebelum hewan-hewan disembelih, mereka dimuliakan dengan doa-doa.

Dimulai dengan bacaan basmalah, serta pisau digunakan tajam dan selalu bersih.

Ritual tersebut merupakan wujud nyata perpaduan tradisi masyarakat lokal dengan pengaruh ajaran Islam.

Warga yang tinggal di kampung tradisional ini hanya para keturunan dan keluarga Amaq Lokak Senaru.

Amaq Lokak Senaru merupakan tokoh yang bertugas sebagai pengasuh dan penjaga atau tetua kampung, yang secara khusus menjaga keseimbangan alam di wilayahnya.

Misalnya Amaq Lokak Senaru, bertanggungjawab menjaga kelestarian alam di wilayah Senaru.

Amaq Lokak ini dipilih dari garis keturunan dan kriteria lain, salah satunya sehat, tidak cacat fisik, cukup usia, dan garis keturunan.

Selain Amaq Lokak, dalam masyarakat adat di Bayan juga dikenal pembekel atau koordinator semua peranatan adat di wilayahnya.

Juga ada pande dan wali gumi, yang bertugas merencanakan semua acara baik, ritual maupun kegiatan penjagaan dan pelestarian di wilayahnya.

Juga dikenal toak turun atau sesepuh adat yang dihormati.

Letak Kampung Tradisional

Kampung tradisional Senaru berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Kampung ini terletak di kaki Gunung Rinjani dan menjadi salah satu pintu pendakian.

Perkampungan ini berada di atas ketinggian 601 mdpl.

Sekitar 50 meter dari kantor pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani.

Jika berangkat dari Kota Mataram, jaraknya sekitar 83 kilimeter dengan waktu tempuh 2 jam lebih. (*)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Tribun Lombok
Tags
   #Gunung Rinjani   #Lombok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved