Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Bareskrim Polri Kembali Tolak Laporan Kerumunan Jokowi di NTT, GPI: Jelas Kita Kecewa

Jumat, 26 Februari 2021 23:06 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Bareskrim Polri sebelumnya menolak laporan dugaan kerumunan yang ditimbulkan Presiden Jokowi di Maumere, Sikka, NTT yang dilayangkan Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan.

Terkait kasus yang sama, hari ini Bareskrim dikabarkan kembali menolak laporan aduan dari Gerakan Pemuda Islam (GPI).

Ketua Bidang Hukum dan HAM GPI Fery Dermawan saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/2/2021) mengatakan Bareskrim Polri tidak menerbitkan surat nomor laporan polisi kepada GPI.

Dikutip dari WartakotaLive.com, karena ini Fery masih tidak berani menyatakan bahwa laporannya benar ditolak.

"Saya enggak berani menyatakan ini ditolak, karena di saat saya meminta ketegasan apakah ini ditolak? Tidak ada jawaban ini ditolak."

Karena saat ia mencoba mengonfirmasi tidak ada jawaban dari pihak kepolisian. GPI diminta membuat laporan secara resmi.

"Intinya silakan bikin laporan secara resmi. Itu jawaban yang kami terima," kata Ketua Bidang Hukum dan HAM GPI Fery Dermawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Fery mempertanyakan maksud laporan secara resmi yang diminta Polri.

Padahal menurutnya, laporan yang didaftarkan kali ini seharusnya telah melalui prosedur hukum yang tepat.

"Kalau ditanya tingkat kepuasan, jelas kami tidak puas dengan jawaban ini."

"Kita cuma dikasih kesempatan untuk apa maksud tujuan kita."

"Kemudian kepolisian memberikan opini dari pihak mereka. Udah gitu selesai," jelasnya.

Fery mengaku kecewa lantaran Polri tidak menerbitkan nomor laporan polisi resmi terkait kasus itu.

Karena ia berharap kasus ini bisa diusut oleh pihak kepolisian.

"Jadi kalau ditanya kecewa, jelas kita kecewa."

Sebelumnya, Gerakan Pemuda Islam (GPI) melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat ke Bareskrim Polri.

Yakni atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan, saat kunjungan kerja di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

GPI mempersoalkan langkah preventif pengamanan presiden yang tidak membubarkan kerumunan saat kunjungan.

"Kerumunan itu kalau kita lihat di video sudah ada sebelum Presiden datang ke lokasi. Jadi sebenernya itu bisa dibubarkan. Tapi terkesan dibiarkan," paparnya. (Tribun-video.com/Wartakotalive.com)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Lagi, Bareskrim Tolak Laporan yang Permasalahkan Kerumunan Jokowi di NTT

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Dea Mita
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Warta Kota
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved