Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Hadir dalam Sidang 4 Ibu-ibu Pelemparan Pabriknya, Pemilik Sebut Sudah Maafkan: Tak Ada Rasa Benci

Jumat, 26 Februari 2021 19:46 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus pelemparan pabrik tembakau di Lombok Tengah, NTB yang dilakukan empat ibu rumah tangga kembali disidangkan.

Dalam sidang tersebut juga turut dihadiri pemilik pabrik tembakau yang mengaku merasa dirugikan.

Namun, saat diberi kesempatan untuk berbicara oleh hakim, pemilik pabrik mengaku sudah memaafkan keempat wanita tersebut.

Sidang ketiga kasus pelemparan pabrik tembakau ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Praya pada Jumat (26/2).

Dikutip dari Kompas.com, agenda sidang adalah tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) terkait eksepsi yang disampaikan penasihat hukum terdakwa.

Terkait hal tersebut, JPU menyatakan tetap pada dakwaannya, yakni menuntut empat terdakwa dengan Pasal 179 KUHP dengan ancaman lima tahun enam bulan penjara.

Pada kesempatan yang sama, pelapor yakni Suhardi juga turut hadir dan mengikuti jalannya sidang.

Ketua Majelis Hakim pun memberikan kesempatan Suhardi untuk berbicara.

"Informasinya ada korban atau pelapor yang hadir, apakah ada yang ingin disampaikan Pak Haji?" tanya Asri kepada pelapor.

Dalam pernyataannya, Suhardi mengaku sudah memaafkan keempatnya.

Bukan hanya itu, Suhardi juga mengatakan tak memiliki rasa benci dan sakit hati pada para terdakwa.

"Saya sebagai pelapor atau sebagai korban, bersama seluruh keluarga, memaafkan terdakwa, tidak ada rasa benci dan sakit hati, demi utuhnya silaturahmi," kata Suhardi dalam persidangan.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi juga meminta maaf kepada masyarakat NTB apabila kasus hukum yang menjerat keempat wanita itu dinilai salah.

Seusai menyampaikan pernyataannya, Suhardi menghamipiri para terdakwa dan saling berjabat tangan.

"Juga saya menyampaikan kepada keluarga NTB semuanya, apa bila ada salah dan khilaf, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Suhardi.

Meski telah dimaafkan pelapor, kasus hukum yang menjerat empat ibu rumah tangga itu tetap berlanjut.

Sebelumnya, empat ibu rumah tangga, yakni Nurul Hidayah, Martini, Fatimah, Hultiah, menjadi terdakwa karena kasus pelemparan atap pabrik tembakau milik Suhardi.

Mereka pun sempat mendekam di Rumah Tahanan Praya.

Namun, penahanan empat ibu rumah tangga itu menjadi perbincangan karena dua di antaranya membawa anak yang masih menyusui.

Dalam dakwaan, JPU menyebut para terdakwa melakukan pelemparan bersama-sama menggunakan batu ke sebuah pabrik rokok menggunakan batu sebanyak 11 kali dan menggunakan kayu satu kali.

(TribunVideo.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci..."

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Kompas.com
Tags
   #pabrik tembakau   #Lombok Tengah   #NTB   #Rutan Praya
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved