Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Sempat Dikecam karena Bela Jokowi soal Kerumunan di NTT, dr Tirta Tuding Pelapor Hanya Numpang Tenar

Jumat, 26 Februari 2021 12:40 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Denny Siregar dan Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta kompak dengan tak sependapat atas pelaporan terhadap kerumunan saat kunjungan Presiden Jokowi di NTT.

Denny menyebut, pelaporan tersebut sudah pasti ditolak oleh kepolisian lantaran lemah secara hukum.

Ia menyebut, kerumunan yang dimaksud adalah 'sambutan cinta' dari warga untuk Presiden Jokowi.

"Sebenarnya mereka tau, melaporkan @jokowi dalam tugasnya sebagai kepala negara yang berkunjung ke NTT dan disambut dengan cinta oleh warganya itu, lemah secara hukum. Tapi seperti yang sudah-sudah, mereka suka banget onani, memuaskan pikiran mereka sendiri. Gak lecet apa??" tulis Denny Siregar di akun Twitter-nya, Kamis (25/2/2021).

Hal itu disampaikan Denny melalui tulisan di akun Twitter-nya pada Kamis (25/2/2021).

Sementara itu, Dokter Tirta bahkan menyebut pelapor presiden Jokowi cuma untuk menumpang ketenaran.

Sebelumnya, dalam video yang beredar luas di berbagai kanal media sosial itu, dokter Tirta mengatakan dirinya ditanya soal komentar terhadap kerumunan saat Jokowi tiba di Maumere tersebut.

Dokter Tirta menyebut, kerumunan di NTT terjadi sebagai bentuk antusiasme warga terhadap sosok Presiden Jokowi.

Menurutnya, penerapan sanksi kerumunan tak relevan diterapkan pada kasus tersebut.

Pernyataan itu sempat dikecam warganet lantaran ia dinilai berat sebelah oleh sebagian warganet yang mencoba membandingkan kasus kerumunan di Maumere dengan kerumunan yang menjerat Rizieq Shihab beberapa waktu lalu.

Terlebih, selama ini dokter Tirta dikenal tegas dan keras ketika berkomentar soal adanya kerumunan.

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Anti ketidakadilan melaporkan Presiden Joko Widodo ke Bareskrim Polri atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kunjungan kerja di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Anggota Koalisi, Kurnia, berpendapat bahwa Jokowi telah melakukan tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan karena menciptakan kerumunan saat pandemi Covid-19.

Menurutnya, kegiatan Jokowi yang membagi-bagikan bingkisan dari atas mobil sehingga menimbulkan kerumunan bertolak belakang dengan semangat pemerintah menekan laju penularan Covid-19.

Kurnia menegaskan, sebagaimana sering dikatakan pemerintah, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Kendati demikian, laporannya ditolak oleh pihak kepolisian. Kurnia pun mengaku kecewa.

(Tribun-video.com/Wartakotalive.com)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sempat Dikecam karena Bela Jokowi soal Kerumunan di NTT, dr. Tirta kini Tuding Pelapor Cuma Pansos

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Larasati Putri
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Warta Kota
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved