Yandex

Tribunnews Update

Kasus Penembakan Bripka CS, Kapolri Minta Kapolda Metro Jaya Menindak Tegas

Jumat, 26 Februari 2021 11:57 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram rahasia, seusai seorang anak buahnya menembak mati anggota TNI AD dan pegawai kafe di Jakarta Barat.

Surat Telegram tertanggal 25 Februari 2021 itu ditujukan untuk para Kapolda seluruh Indonesia. Isinya yakni arahan dalam menyikapi kasus penembakan tersebut.

Dilansir oleh Tribunnews.com, Kapolri meminta agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, dan mencegah terjadinya perselisihan.

”Iya betul, sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Terdapat lima instruksi Kapolri dalam surat telegram itu.

Di antararanya, Sigit meminta Kapolda menindak tegas Bripka CS, anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan sanksi pemberhentikan tidak hormat dan proses pidana.

Listyo Sigit meminta Kapolda memperketat proses pinjam pakai senjata api dinas yang hanya diperuntukkan bagi anggota Polri yang memenuhi syarat dan tidak bermasalah.

Kapolda juga diminta memperkuat pengawasan dan pengendalian dalam penggunaannya.

Kemudian, Sigit meminta peningkatan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu, keagamaan, olahraga bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.

Instruksi keempat, Sigit memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakan koordinasi dengan satuan TNI setempat dan Pom TNI.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan, juga permasalahan antara anggota TNI dan Polri secara cepat, tepat,tuntas, dan berkeadilan.

Terakhir, Sigit menginstruksikan Kapolda agar melaporkan setiap upaya penanganan, pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI.

"Pada kesempatan pertama melaporkan setiap upaya-upaya penanganan dan pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI yang telah dilaksanakan di masing-masing wilayahnya kepada Kapolri," tulis telegram poin terakhir itu.

Seperti diberitakan, Bripka CS adalah pelaku penembakan terhadap anggota TNI AD yang juga keamanan RM Cafe berinisal S, bar boy waiter berinisial FSS, dan kasir RM Cafe berinisial M.

Lalu korban luka Manager RM Cafe berinisial HA. Saat ini Bripka CS sudah dijadikan tersangka.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mendorong penegakan hukum dalam perkara penembakan oleh polisi berinisial Bripka CS yang menyebabkan tiga orang tewas.

Menurut Poengky, Bripka CS dapat dipidana dengan pasal berlapis.

"Kami mendorong proses penegakan hukum terhadap pelaku, melalui penyidikan kasus pidananya dengan menjerat pasal-pasal berlapis dan pemeriksaan pelanggaran kode etik," kata Poengky.

Poengky meminta Polri mendalami jika pelaku mengonsumi minuman keras atau narkoba.

(Tribun-video.com/Tribunnews.com)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mabuk Nggak Mau Bayar dan Ngedor 3 Orang Sampai Tewas, Brikpa CS Akhirnya Dipecat

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Larasati Putri
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved