Yandex

Tribunnews Update

Seorang Kepsek di Purwakarta Tewas Dikeroyok Warga saat Apel Selingkuhan, Sempat Sembunyi di Atap

Kamis, 25 Februari 2021 17:15 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang Kepala Sekolah di Purwakarta diketahui telah meninggal dunia lantaran dikeroyok oleh sejumlah orang.

Pengeroyokan dilakukan oleh sekitar delapan orang, di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta.

Diinformasikan bahwa pelaku melakukan aksi nekat tersebut lantaran didasari oleh rasa kesal.

Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana, melalui Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah, memberikan penjelasan.

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada 13 Februari 2021 lalu dari laporan seorang warga.

Saat dilakukan penyelidikan, ia membenarkan laporan tentang adanya penganiayaan seorang pria di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta.

"Setelah kami selidiki, benar ada seorang pria yang dianiaya dan kemudian dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia di rumah sakit," kata AKP Fitran, Kamis (25/2/2021).

Selain itu Fitran juga menjelaskan kronologi kejadian.

Korban yang diketahui berinisial AJ (52), awalnya berkomunikasi dengan LN yang duduga sebagai selingkuhan korban.

Keduanya berencana untuk bertemu di rumah LN.

Saat itu, korban diinformasikan datang ke rumah sekitar pukul 22.30 WIB.

"Korban AJ datang ke rumah LN pukul 22.30 WIB dan mereka bertemu. Kemudian pukul 01.00 WIB, saksi LN pergi meninggalkan korban untuk ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari rumah LN," ujarnya.

Pelaku bersama sejumlah teman yang merasa kesal dengan tingkah LN yang sering membawa laki-laki tak dikenal ke dalam rumahnya pun berinisiatif untuk mendatangi kediaman LN.

Lantara tak bisa masukke dalam rumah, para pelaku pun memaksa membuka pintu sambil menggedor-gedor.

Mengetahui bahwa pelaku mendatangi rumah LN, korban pun memutuskan untuk bersembunyi di atap rumah.

"Korban sedang sembunyi di atap dan salah satu pelaku ada yang memergoki sehingga menariknya keluar dan dipukuli beramai-ramai," katanya.

Pelaku secara ramai-ramai akhirnya menarik korban dan memukulinya.

Diinformasikan bahwa korban dalam kasus tersebut merupakan seorang kepala sekolah.

"Berdasar keterangan LN, korban dengan dirinya menjalin hubungan pribadi. Kemungkinan lebih dari dua kali korban mendatangi rumah LN. Dua pelaku masih dalam pengejaran kami," katanya.

Sedangkan pelaku diketahui berinisial D (53), CM (44), T (39), AS (38), ES (24) dan ESB (34).

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHPidana ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun. (Tribun-Video.com/Tribunjabar.id)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kronologi Pengeroyokan Kepala Sekolah Sedang Apel di Purwakarta hingga Tewas, Sembunyi di Atap

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Mufti Rosyidatul Fauziah
Video Production: arvent
Sumber: Tribun Jabar
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved