Yandex

Terkini Daerah

Kronologi Penyitaan Motor Langka di Solo, Ada Puluhan STNK dari Tas hingga Penggeledahan di Rumah

Kamis, 25 Februari 2021 08:00 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi mengamankan sejumlah pelaku kekerasan yang terjadi di Kota Solo beberapa waktu lalu.

Dari belasan tersangka yang diamankan, polisi mencurigai seorang pelaku berinisial G warga Kelurahan Laweyan, Kota Solo.

Menurut Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, dari hasil penggeledahan, polisi menemukan puluhan STNK dalam tas milik G.

"Ketika kita dalami dari keterangan yang bersangkutan dan yang lain, mereka tidak bisa menjelaskan asal-muasal dan status motor-motor tersebut," katanya.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan rumah kosong yang dijadikan gudang untuk pelaku menyimpan kendaraan tersebut.

Sehingga, pihak kepolisian akan mendalami lagi asal-usul dari 47 motor itu.

Apakah motor tersebut terkait dengan tindak pidana atau tidak.

Dari kasus ini, polisi baru mengamankan satu orang berinisial G.

"Saat kita dalami lagi, keterangan dari pelaku berbeda-beda terus. Dia bilang motor teman dititipkan, ada yang bilang dikoleksi," jelasnya.

"Nanti kita dalami terkait dengan dokumen kendaraan dan fisik motor, apakah ada kasus curanmor atau tidak," imbuhnya.

Baca: Puluhan Motor Jadul di Bangunan Kosong Laweyan Diangkut Polisi, Begini Kata Keluarga Pemilik Rumah

Sebelumnya, sebuah bangunan kosong di Kampung Panularan RT 03/08, Kelurahan Laweyan, Kota Solo, menghebohkan warga sekitar, Rabu (24/2/2021).

Anggota Polresta Solo berdatangan ke bangunan itu, kemudian mengangkut 47 motor jadul langka yang ada di sana.

Total, ada tiga truk yang digunakan untuk mengangkut motor-motor tersebut.

Menurut kesaksian warga setempat, Widadi, bangunan itu selama ini memang kosong dan tidak ada aktivitas.

"Sudah 1,5 tahun ini kosong, tidak ditinggali," katanya.

"Ini dulu bangunan pernah dibuat kantor usaha, lalu dijual, tapi sampai sekarang kosong," imbuhnya.

Pembeli dari rumah itu tak lain adalah adik dari Widadi sendiri, Mugiyo.

Namun, setelah adiknya itu membeli bangunan tersebut, bangunan rumah itu tidak pernah dipergunakan.

Mengenai motor-motor yang diangkut polisi itu, Widadi mengatakan, motor itu hanya titipan.

Pemiliknya adalah seorang pria berinisial G.

"Dulu G sempat bilang pinjam halaman untuk parkir motornya, katanya cuma satu bulan," ucapnya.

"Tapi molor terus, hingga sudah di sana sekira satu tahun," imbuhnya.

Karena masih bertetangga, Widadi tidak menaru curiga terhadap G.

Dia membiarkan G menitipkan motor-motornya tersebut di rumah milik adiknya.

"Itu motor apa saya tidak tau. Setau saya dia (G) jual beli motor bekas," ucapnya.

Setahu Widadi, G tidak pernah melakukan transaksi dirumah adiknya itu.

"Kalau transaksi di luar. Aktivitas disini setau saya tidak pernah ada," terangnya.

Karena saat pengambilan barang bukti ketua RT dan RW setempat tidak berada di rumah, Widadi kemudian diminta petugas menjadi saksi pengambilan motor tersebut.

Disita Polisi Siang Bolong

Sebuah rumah kosong di Kampung Panularan RT 1/8, Kelurahan Laweyan, Kota Solo, menyedot perhatian warga sekitar, Rabu (24/2/2021).

Rumah kosong itu didatangi puluhan polisi dari Polresta Solo berpakaian dinas lengkap.

Saat polisi masuk, apa yang ada di dalam rumah kosong itu membuat warga terperanjat.

Isinya, puluhan motor jadul dengan kondisi cukup baik.

Rata-rata motor itu memang dalam kondisi berdebu.

Tapi, semua motor itu masih utuh dan standar, alias dalam kondisi lengkap seperti kondisi barunya.

Baca: 47 Motor Langka di Solo Disita Polisi, Berawal dari Penemuan Puluhan STNK, Begini Kronologinya

Semua motor itu keluaran lawas.

Tapi, bisa dipastikan semuanya merupakan motor langka incaran kolektor.

Seperti Vespa keluaran lawas, Yamaha F1ZR, Yamaha RX-Z, Suzuki RGR, Suzuki Satria 2 tak, Astrea Grand, dan masih ada sejumlah motor lainnya.

Motor-motor lawas itu pernah berjaya dan menjadi primadona di eranya.

Menurut Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, motor itu disita dari hasil penyelidikan seorang pria berinisial G.

"Saat kami melakukan penggeledahan dirumah tersangka, kami menemukan ada puluhan lembar STNK," kata dia.

"Lalu kami telusuri, dan kami memeriksa beberapa saksi. Mereka memberikan keterangan yang berbeda dan berubah-ubah," jelasnya.

Antisipasi adanya kendaraan yang masuk dalam kasus pencurian sepeda motor (curanmor), puluhan motor itu di situ.

Menurut Ade, motor itu akan dibawa ke Mapolresta Solo untuk lebih didalami lagi asal-muasal motor.

"Ada 47 unit motor yang kita amankan. Nanti kita dalami terkait dengan dokumen kendaraan dan fisik motor," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kronologi Penyitaan Motor Langka di Solo, Berawal Temuan Puluhan STNK dari Tas Warga Laweyan

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: TribunSolo.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved