Yandex

Terkini Nasional

Viral Video Kerumunan Warga Sambut Jokowi di Maumere, dr Tirta: Jokowi Tak Bisa Disalahkan

Rabu, 24 Februari 2021 22:23 WIB
Tribun Ambon

TRIBUN-VIDEO.COM, AMBON - Kerumuman warga yang terjadi saat menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai sorotan.

Sejumlah pihak menganggap Presiden Jokowi tidak memberikan keteladanan.

Sementara dr Tirta menilai Presiden tak bisa disalahkan.

Diketahui, video kerumuman warga menyambut Presiden Jokowi di Maumere itu tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, warga berkerumun menyambut kedatangan mantan Gubernur DKI dan Wali Kota Solo itu.

Warga bersorak, bertepuk tangan, melambaikan tangan, dan mengabadikan momen menggunakan ponsel.

Meski menggunakan masker, warga terlihat tak menerapkan jaga jarak.

Melalui atap mobil yang terbuka, Jokowi nampak menyapa warga.

Ia mengenakan masker hitam dan melambaikan tangan ke masyarakat.

Jokowi sempat terlihat mengetuk-ngetukan tangan ke masker yang ia kenakan, seakan mengingatkan tentang penggunaan masker.

Ia lantas membagikan sejumlah suvenir ke warga dengan melemparnya dari atap mobil.

Berikut fakta dan tanggapan terkait kerumuman warga tersebut:

1. dr Tirta Anggap Jokowi Tak Bisa Disalahkan

Melalui akun instagramnya, @dr.tirta, relawan covid-19, Tirta Mandira Hudi atau yang lebih dikenal dengan panggilan dr Tirta, menilai Presiden Jokowi tidak bisa disalahkan terkait terjadinya kerumuman di Maumere.

Hal ini karena Jokowi tidak mengajak untuk berkumpul atau membuat undangan.

Kedatangan warga merupakan antusiasme warga.

Jokowi pun sudah mengedukasi warga untuk memakai masker.

Menurut dr Tirta, banyaknya warga membuat Presiden tidak bisa membubarkan warga.

Bahkan dalam satu video, mobil Presiden dikerumuni oleh warga.

Hal tersebut, lanjut dr Tirta, harusnya menjadi evaluasi bagi tim protokoler.

Baca: Cerita Pengunggah Video Jokowi Jalan di Tengah Hujan Deras di NTT, Kaget hingga Teriak Presiden

"Hal ini harusnya menjadi refleksi bagi tim protokoler untuk lebih berharti-hati mengatur agenda bapak Presiden di lapangan," katanya.

Karena itu, dr Tirta menilai penerapan sanksi kerumuman tidak bisa diterapkan.

"Jadi, penerapan sanksi kerumunan menurut saya sudah tidak relevan untuk ditegakkan," ujar dia.

2. PKS: Harusnya Bisa Diantisipasi

Tanggapan berbeda disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Menurut Mardani, kerumuman warga saat menyambut Presiden harusnya bisa diantisipasi.

Hal itu disampaikan Mardani di akun twitter-nya, @MardaniAliSera.

"Ini bukan yg pertama pak @jokowi bagi-bagi souvenir atau nasi kotak yang menimbulkan kerumunan."

"Sebelumnya bagi-bagi nasi kotak, kemarin bagi-bagi souvenir. Jika itu sudah dipersiapkan di mobil, namanya bukan spontanitas."

"Harusnya istana bisa antisipasi dalam kunker ada potensi kerumunan," tulis Mardani, Rabu (24/2/2021).

Selain itu, anggota Komisi II DPR RI ini juga menyinggung beberapa statement Jokowi terkait PPKM yang tak efektif dan naiknya angka kasus virus covid-19.

Melihat fenomen kerumunan itu, ia mempertanyakan apakah warga mencontoh dari pemimpin negaranya.

"Presiden kecewa dan marah karena PPKM/PSBB tidak efektif, kasus terus naik."

"Karena daerah kurang tegas sehingga masyarakat kurang patuh protokol kesehatan."

"Tapi beberapa kali presiden menyebabkan kerumunan, warga mencontoh pemimpinnya?," lanjut tulis politikus PKS itu.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunambon.com dengan judul Dokter Tirta Sebut Jokowi Tak Bisa Disalahkan soal Kerumunan di NTT: Sanksi Kerumunan Tidak Relevan

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Tribun Ambon
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved