Yandex

Terkini Metropolitan

Dokter Gadungan yang Buka Klinik Kecantikan Ilegal Ditangkap, Tersangka Sudah Dikenal hingga Aceh

Rabu, 24 Februari 2021 11:21 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUN-VIDEO.COM, KEBAYORAN BARU - Jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar praktik klinik kecantikan ilegal di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Polisi telah menangkap seorang tersangka wanita berinisial SW alias Y.

Dia adalah pemilik klinik bernama Zevmine Skincare itu. Selain itu, tersangka juga berperan sebagai dokter gadungan di klinik tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka memanfaatkan media sosial untuk menawarkan perawatan kecantikan.

Baca: Dokter Gadungan Buka Klinik Kecantikan Ilegal, Polisi: Korban Alami Pembengkakan Payudara dan Bibir

"Dia (tersangka) sampaikan melalui Instagram, yang mau silakan hubungi Whatsapp-nya. Nanti akan dia datangi langsung ke rumah para konsumen," kata Yusri saat merilis kasus ini di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021).

Tersangka SW tidak hanya melayani konsumennya yang berada di Jakarta.

Namun, dokter gadungan itu juga menerima orderan hingga ke Jawa Barat, Sumatera, dan Aceh.

"Bukan cuma di Jakarta saja, tapi sampai ke Sumatera, Aceh. Tapi lebih sering di daerah Jawa Barat, di Bandung," ujar Yusri.

Selama empat tahun beroperasi sejak 2017, klinik kecantikan ilegal Zivemine Skincare memasang tarif jutaan Rupiah untuk sekali melakukan tindakan.

"Injeksi botox itu sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta yang dia tarifkan. Juha ada tindakan lain yang cukup mahal termasuk tanam benang itu sampai Rp 6,5 juta untuk sekali tindakan," ucap Yusri.

Bahkan, lanjut Yusri, tersangka berinisial SW alias Y pernah mematok tarif termahalnya yang mencapai Rp 9,5 juta.

"Total keuntungan yang tersangka dapat selama empat tahun ini masih kita hitung," ujar dia.

Ia menyebut tersangka tidak memiliki keahlian sebagai dokter, meski pernah bekerja sebagai perawat di salah satu klinik.

Baca: Pasutri Dirikan Klinik Aborsi Ilegal di Bekasi, Pelaku Hancurkan Janin dengan Cairan Kimia

Akibatnya, banyak pasien di klinik ilegal itu yang mengalami pembengkakan seusai menjalani tindakan operasi kecantikan.

"Tindakan-tindakan medis yang dilakukan adalah pertama suntik injeksi botox, injeksi filler dan tanam benang," ungkap Yusri.

"Korbannya ada yang mengalami pembengkakan di payudara dan di bibir. Itu hasil tindakan si tersangka," sambungnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada 15 Februari 2021 lalu.

Setelahnya, polisi pun melakukan melakukan penyelidikan secara undercover.

"Karena menyangkut masalah kecantikan pasti polwan yang kita ke depankan untuk penyelidikan. Dari hasil undercover, berhasil diamankan satu tersangka," ujar Yusri.

Tersangka dikenakan Pasal 77 jo Pasal 73 Ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (*)

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved