Yandex

Terkini Nasional

Peredaran Sabu oleh ASN Nunukan, 2 Oknum Polisi Terlibat, 1 Warga Sipil Masih DPO

Selasa, 23 Februari 2021 19:03 WIB
Tribun Kaltim

TRIBUN-VIDEO.COM, NUNUKAN - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Nunukan yang menjadi tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu belum lama ini, kini terkuak 2 oknum polisi ternyata juga terlibat.

Sebelumnya, tersangka ASN atas nama Dessy Risandi (32), berstatus PNS di Instansi Dinas Pendidikan Nunukan, ditangkap polisi saat tiba di Pelabuhan Fery, Sei Jepun Nunukan, tanggal 11 Februari lalu.

Informasi yang dihimpun, tersangka Dessy membawa narkotika golongan I jenis sabu dengan berat 46,41 gram dari Tawau, Malaysia.

Setelah melalui rangkaian pemeriksaan terhadap tersangka ibu anak tiga itu, didapati 2 oknum polisi juga terlibat.

Mereka adalah anggota Polsek Lumbis inisial Brigadir EBP dan Briptu EWN.

"Setelah kami lakukan tracing handphone tersangka DR itu, didapati 2 oknum anggota kami. Brigadir EBP pesan 1 bal sabu kepada DR. Kemudian, EBP transfer uang sebanyak Rp10 juta ke rekening DR. Tapi transfernya dibantu oleh Briptu EWN," kata Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar kepada TribunKaltara.com, Senin (22/02/2021) sore.

Ketiga tersangka sudah mengakui perbuatan mereka. Bahkan Polres Nunukan memiliki jejak digital, bukti transfer dan pembicaraan di telepon oleh tersangka.

Kini ketiga tersangka itu diamankan di Rutan Polres Nunukan.

Menurut Syaiful Anwar, selain dikenakan sanksi pidana sesuai UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, terhadap dua oknum polisi juga akan diberikan sanksi displin berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Kami tidak akan ragu-ragu soal itu. Dalam waktu dekat kami akan melakukan upacara PTDH sembari menunggu keputusan PTDH keluar. Ini sesuai Peraturan Kapolri," ucapnya.

Warga Sipil Masih Berstatus DPO

Tak hanya itu, Syaiful Anwar mengaku, pihaknya sudah membuat berita acara DPO terhadap satu warga sipil asal Lumbis.

Belakangan diketahui, DPO insial GTM itu merupakan calon pembeli dari Brigadir EBP.

Syaiful Anwar menjelaskan, sejalan dengan imbauan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tidak akan memberikan ruang kepada pelaku peredaran narkoba termasuk oknum Polisi.

"Kata Kapolri hanya dua, pidanakan dan pecat. Itu komitmen yang sudah lama kami sampaikan di apel, bahwa tidak anggota Polisi tidak boleh main-main dengan narkoba," katanya.

"Risiko ditanggung penumpang bahasa komando. Masih banyak masyarakat yang berbondong-bondong daftar Polisi," ujarnya.

Syaiful Anwar berharap ke depan pihaknya dapat membongkar jaringan atas peredaran narkoba yang selama ini masuk dari Tawau, Malaysia.

"Selama ini kami hanya dapat inisial saja tapi alamatnya kami nggak tahu. Doakan semoga ke depan kami bisa dapat inisial dan sekaligus alamatnya," katanya.

"Biar bisa koordinasi dengan aparat Malaysia untuk menangkap jaringan atas peredaran narkoba," tuturnya.

Terakhir, ia imbau kepada anggota Polres Nunukan untuk tidak bermain-main dengan peredaran narkoba.

Tidak ada toleransi dan tebang pilih. Mau pangkat apapun, kode etik dan pidana depan mata kalau masih bermain.

"Kalau sayang karir, sayang keluarga, masih mau jadi Polisi jaga marwah Polisi. Narkoba itu musuh negara sama derajat dengan korupsi," ungkapnya.

Diduga Disuruh Suami

Berita sebelumnya. Sat Resnarkoba Polres Nunukan bekuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), lantaran membawa sabu 50 gram dari Tawau, Malaysia.

Belakangan diketahui, tersangka atas nama Dessy Risandi (32) seorang ibu anak tiga, berstatus PNS di Instansi Dinas Pendidikan Nunukan.

Informasi yang dihimpun, tersangka Dessy membawa narkotika golongan I jenis sabu dengan berat 50 gram dari Tawau.

Rencana tersangka Dessy untuk membawa sabu tersebut ke Nunukan melalui Sebatik tercium lebih dulu oleh Sat Resnarkoba.

Sehingga setibanya di Pelabuhan Fery, Sei Jepun Nunukan, pada Kamis lalu pukul 14.30 Wita, tersangka langsung diamankan Polisi bersama 1 bungkus plastik transparan ukuran sedang yang berisi sabu 50 gram.

"Kami sudah dapat informasi sebelumnya dari masyarakat bahwa ada seorang perempuan membawa sabu. Jadi personel kami sudah lebih dulu menunggu tersangka di pelabuhan," kata Kabag Humas Polres Nunukan Iptu Muhammad Karyadi kepada TribunKaltara.com, Rabu (17/02/2021), pukul 11.00 Wita.

Menurut Muhammad Karyadi, tersangka nekat membeli sabu langsung dari Tawau, lantaran disuruh suaminya yang saat ini berada dalam tahanan lapas Tarakan.

Suami tersangka sempat ditangkap oleh Polisi di Nunukan saat ketahuan membawa sabu dengan berat 1 kilo dari Tawau pada 2019 lalu.

"Tersangka seorang ASN di lingkup Pemda Nunukan. Dia punya anak tiga. Keterangan yang kami peroleh dari tersangka, ia disuruh oleh suaminya yang saat ini berada di tahanan lapas Tarakan. Awal 2019 lalu, kami tangkap karena bawa sabu 1 kilo dari Tawau," ucapnya.

Muhammad Karyadi mengaku, hingga saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersangka Dessy.

Sementara pasal yang dipersangkakan kepada tersangka yakni pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Barang bukti yang berhasil diamankan di Polres Nunukan, yakni:

- 1 bungkus plastik warna transparan ukuran sedang yang diduga berisi Narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 50 gram.
- 1 buah tas selempang warna biru.
- 1 buah kantong plastik warna hitam.
- 1 buah plastik kosong warna transparan.
- 1 buah handphone android warna hitam.
- 1 buah handphone warna putih.
- 1 unit sepeda motor matic warna abu.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Peredaran Sabu oleh ASN Nunukan, 2 Oknum Polisi Terlibat, 1 Warga Sipil Masih DPO

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Muhamad RisqiMei
Sumber: Tribun Kaltim
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved