Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Peran 2 Oknum Polisi yang Jual Amunisi ke KKB Mulai Terungkap, Kini Terancam Hukuman Mati

Selasa, 23 Februari 2021 18:58 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dua oknum personel Polres Ambon yang diduga terlibat jual beli senjata api untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diketahui berperan sebagai perantara.

Pihaknya juga tengah mendalami terkait peran kedua personel tersebut.

Dalam kasus ini, dua oknum anggota polisi itu terancam hukuman mati.

Dikutip dari Tribunnews.com, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menjelaskan, dua personel Polres Ambon tersebut juga mengakui dirinya merupakan perantara dalam jual beli senpi itu.

"Sebagai perantara atau ada dalam proses jual-beli amunisi dan senjata itu sendiri. Nanti perannya akan lebih dalam lagi setelah prosesnya selesai penyidikan," kata Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Baca: Jual Amunisi ke KKB Papua, Praka MS Patok Harga Rp1,5 Juta untuk 600 Butir, Ini Kronologi Lengkapnya

Saat ini, Polri juga tengah mendalami kemungkinan adanya oknum lainnya yang terlibat dalam jual-beli senpi tersebut.

Tim dari Propam Polri juga telah turun ke Polda Maluku untuk membantu penyelidikan.

"Jadi Polda Papua dan Polda Maluku masih mendalami dan tim propam Mabes Polri sudah turun ke Polda Maluku untuk mendalami juga. Kita belum dapat kesimpulan sejauh mana dugaan-dugaan penjualan senjata dan amunisi tersebut kepada KKB itu masih dalam pendalaman," tukasnya.

Dalam kasus ini, dua oknum polisi tersebut juga terancam hukuman mati.

Baca: Ini Sosok 2 Oknum Polisi yang Ketahuan Jual Amunisi ke KKB Papua, Hukuman Berat Juga Timpa Oknum TNI

Keduanya yakni SHP dan juga MRA.

Saat ini keduanya telah ditahan di rumah tahanan Polres Pulau Ambon, bersama empat warga sipil lain yakni SN, RM, HM dan AT, yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, kedua anak buahnya itu terancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur karena diduga telah menyalahi ketentuan Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api secara ilegal.

Keduanya juga terancam dipecat karena telah melanggar tugas dan tanggung jawab mereka sebagai anggota Polri.

“Kepada yang bersangkutan kami sangkakan Pasal 1 Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 51 atau undang-undang darurat dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman sementara setinggi-tingginya 20 tahun,” kata Leo,

(Tribunnews/ Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 2 Personel Polri yang Diduga Terlibat Jual-Beli Senpi dengan KKB Berperan Sebagai Perantara

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Nila
Video Production: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved