Yandex

INDONESIA UPDATE

Ahli Minta Pemerintah dan BPOM Hentikan Izin Vaksin Nusantara, Sebut Tak Cocok untuk Vaksinasi Masal

Selasa, 23 Februari 2021 14:55 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Para Ahli meminta pemerintah untuk tidak memberikan dana kepada program Vaksin Nusantara.

Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono juga mengimbau pemerintah agar memberhentikan perizinan vaksin yang diinisiasi oleh Dokter Terawan.

Menurut Pandu, vaksin dendritik ini diperlukan pelayanan medis khusus seperti ruang steril hingga peralatan yang canggih.

Hal itu diungkapkan oleh Pandu pada Sabtu (20/2/2021).

Vaksin yang diinisiasi oleh dokter terawan tersebut berbasis sel dendritik atau bahan serum darah dari masing-masing individu.

Menurut Pandu, vaksin dendritik sebelumnya banyak digunakan oleh pasien kanker yang bersifat individual.

Baca: Mengenal Vaksin Nusantara, Berikut Cara Kerjanya

Vaksin ini diberikan kepada imunoterapi kanker bukan kepada setiap orang. Pasalnya setiap orang yang memiliki dendritik bisa mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda.

Sel dendritik biasanya ditambahkan antigen tumor atau kankernya dari darah pasien pengidap.

Sementara, untuk Covid-19, vaksin dendrtitik ditambahkan oleh antigen virus.

Hal ini yang membutuhkan pelayanan medis khusus dan ada potensi risiko yang akan ditimbulkan.

Potensi risiko yang sangat besar bisa terjadi seperti sterilitas, pirogen atau ikutnya mikroba yang menyebabkan infeksi dan tidak terstandar potensi vaksin, karena pembuatan individual.

Vaksin Nusantara yang dinilai individual ini membutuhkan peralatan canggih, ruang steril, dan inkubator CO2.

Menurut Pandu, vaksin ini tidak cocok untuk dikembangkan sebagai vaksin massal. Hal ini karena sel dendritik hanya untuk terapi yang bersifat individual. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved