Yandex

HOT TOPIC

Penanganan Banjir DKI Jakarta: Klaim Anies, Kepala Daerah Saling Tuding, hingga Menteri PUPR Marah

Selasa, 23 Februari 2021 14:58 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Banjir kembali mengepung DKI Jakarta akhir pekan lalu setelah hujan derasmengguyur Ibu Kota sejak Jumat (19/2/2021) malam.  

Sebanyak 200 RT di Jakarta tergenang banjir.

Kawasan langganan banjir seperti Cipinang Melayu di Jakarta Timur dan Kemang di Jakarta Selatan juga tak luput dari terjangan banjir. 

Padahal wilayah ini pernah diklaim bebas banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melakukan inspeksi di Kali SunterCipinang Melayu pada 9 Februari.  

Baca: Banjir Landa Wilayah Bekasi, Pekerja Pabrik Dorong Sepeda Motor

Bahkan, Anies Baswedan sempat membanggakan hal tersebut denganmengunggah sebuah video pada akun Instagramnya @aniesbaswedan.  

Dalam video tersebut, salah seorang tokoh masyarakat RW 04Cipinang Melayu bernama Ali Khalid mengaku bersyukur wilayahnya kini tidakkebanjiran ketika musim hujan tiba.  

Ali berterima kasih pada jajaran Pemprov DKI Jakarta yang sudahbekerja keras dalam penanganan banjir di Cipinang Melayu.  

Dia juga berharap, agar program grebek lumpur yang berhasilmencegah banjir di Cipinang Melayu bisa tetap dijalankan. 

Namun klaim keberhasilan ini pupus setelah banjir kembalimenggenangi wilayah Cipinang Melayu pada Selasa (16/2/2021).  

Baca: Anggota DPRD PDI Perjuangan Angkat Bicara soal Pencopotan Atribut Ormas FPI di Lokasi Bencana Banjir

Daerah yang terendam banjir itu adalah RT 09 dan RT 11 di RW02 serta RT 01 di RT 03.  

Ketinggian air berkisar 20 sampai 80 sentimeter.  

Salah seorang warga bernama Muchtar mengatakan, air mulainaik setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya.  

Ketinggian air bahkan sempat mencapai satu meter.

Anies Tuding Banjir Limpahan dari Daerah Lain

Menanggapi bencana banjir itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, banjir merupakan dampak kiriman dari Depok dan Bogor serta curah hujan yang tinggi.

Akibatnya, Kali Krukut tidak dapat menampung penambahan debit air dari hujan lokal di kawasan Depok.

Gubernur DKI Jakarta mengatakan banjir yang terjadi di Jakarta juga terjadi akibat banjir kiriman dari hulu.

“Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm per hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” ujar Anies, Sabtu.

“Biasanya kalau hujannya di pegunungan (daerah Bogor), airnya akan lewat Kali Ciliwung, tapi kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah (sekitar Depok) maka lewat ke sungai aliran tengah, yakni Kali Krukut ini,” tambahnya.

Anies menambahkan, jajaran Pemprov DKI sedari awal sudah menentukan daerah-daerah yang berisiko banjir.

Oleh karena itu, banjir pada akhir pekan kemarin bisa cepat surut.

Bogor Tak Mau Disebut Sebagai Penyebab Banjir Jakarta

Pernyataan Anies Baswedan soal banjir kiriman dari hulu mendapat tanggapan dari Wali Kota Bogor.

Bima Arya Sugiarto menyatakan penyebab banjir di Jakarta juga harus dilihat dari masalah daerah aliran sungai yang belum ditangani.

Menurutnya, banjir Jakarta disebabkan berbagai faktor dan tidak melulu dari kiriman dari hulunya yakni Bogor.

Sebab, saat banjir di Jakarta terjadi baru-baru ini, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa Bogor tidak mengalami kenaikan signifikan.

"Banjir di Jakarta itu kan banyak hal ya, betul bahwa ada yang dari hulu. Tetapi catatannya adalah di Katulampa paling tinggi siaga 3. Jakarta biasanya banjir di siaga 1," kata Bima Arya kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Namun, kata Bima, ketika di TMA di Bandung Katulampa siaga 3, Jakarta tetap banjir.

"Nah ketika (Bendung Katulampa) siaga 3 sudah banjir di Jakarta, berarti volume di Jakartanya yang tinggi," kata Bima.

Selain itu, Bima menjelaskan bahwa ketika bicara soal banjir Jakarta, bukan hanya sekedar kiriman dari Bogor atau Puncak tapi juga Daerah Aliran Sungai (DAS) menuju ke hilirnya.

Bima mengaku bahwa beberapa waktu lalu dirinya sudah menyurati Gubernur DKI terkait temuan dari ekspedisi Sungai Ciliwung yang mana harus jadi perhatian bersama karena banyak ditemukan rumah liar, banyak limbah dan lain-lain

"Jadi persoalan banjir ini sekali lagi tidak bisa dadakan, tidak bisa ditangani ketika musim hujan saja. Harus terintegrasi semua dari hulu ke hilir. Itu persoalannya," pungkas Bima.

Menteri PU Marah-Marah karena Susah Kerja Sama dengan Anies

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sempat marah-marah karena sulit bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menangani banjir Jakarta.

"Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” ungkap Hasto.

Hal itu disampaikannya sebelum memulai acara Program Gerakan Penghijauan dan Bersih-Bersih Daerah Aliran Sungai (DAS), Cinta Ciliwung Bersih, di Waduk Cincin, Jakarta Utara, Minggu (21/2/2021).

Karena menurut Hasto, banjir sangat merugikan warga.

Dia pun bisa merasakan bagaimana kerugian warga yang terdampak banjir.

Pasalnya, kediaman Hasto di Villa Taman Kartini, Bekasi, pun ikut kebanjiran. Ini sudah tahun ketiga dia merasakan kebanjiran.

“Selain lumpur di mana-mana, barang rusak, yang paling membuat khawatir adalah ular sering terbawa. Selain itu kecoa ada dimana-mana. Tempat menjadi terasa kumuh dan tentu saja ancaman penyakit," ucap Hasto.

"Jadi saya bisa merasakan betapa susahnya warga Jakarta yang sering terdampak banjir," imbuhnya.

Oleh karena itu, wajar jika dirinya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan banjir.

"Kalau saya mengkritik Pak Anies, itu karena bagian tanggung jawab pemimpin guna mengantisipasi banjir," tukasnya.

Di Ibu Kota, hampir setiap tahun banjir selalu jadi langganan.

Penanganan kepala daerah dalam atasi banjir pun selalu tuai sorotan.

Anies klaim banjir DKI adalah kiriman dan limpahan.

Sedangkan, Bogor ogah dituding jadi penyebab banjir kiriman. (*)

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Fina RakhmatulMaula
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved