Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Jika Tolak Kebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Dikabarkan Tidak akan Bisa Baca dan Balas Pesan

Selasa, 23 Februari 2021 12:48 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - WhatsApp memberikan perpanjangan waktu bagi pengguna untuk memikirkan kembali keputusan terkait kebijakan baru aplikasi itu hingga 15 Mei 2021 mendatang.

Sebelumnya, kebijakan privasi baru yang memungkinkan WhatsApp berbagi data pengguna dengan Facebook menimbulkan kontroversi.

Melalui laman resminya, WhatsApp akan mengirimkan kembali spanduk berisi pernyataan untuk menyetujui kebijakannya pada 15 Mei.

WhatsApp mengatakan akan perlahan-lahan meminta pengguna yang belum menerima perubahan kebijakan untuk mematuhi persyaratan baru selama beberapa minggu mendatang.

Tujuannya agar memiliki fungsionalitas penuh dari WhatsApp mulai 15 Mei terpenuhi.

WhatsApp tidak akan menghapus akun pengguna jika tidak menyetujui kebijakan baru tersebut.

Namun, WhatsApp akan membatasi fitur yang bisa digunakan oleh pengguna.

Nantinya pengguna hanya bisa menerima panggilan telepon tetapi tidak dapat membaca atau mengirim pesan.

Baca: Heboh Aturan Baru, Ini 5 Point Klarifikasi WhatsApp

"Untuk waktu yang singkat, Anda akan dapat menerima panggilan dan pemberitahuan, tetapi tidak akan dapat membaca atau mengirim pesan dari aplikasi," tulis situs web WhatsApp.

Dikutip dari Kompas.com, WhatsApp tidak menjelaskan lebih detail, berapa lama pengguna akan mendapati pesan tersebut, sebelum akhirnya tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp.

WhatsApp akan terus mengirimkan pemberitahuan, sehingga pengguna bisa meninjau dan menerimanya.

Pengguna yang tidak menyetujui kebijakan baru akan dipertimbangkan sebagai pengguna tidak aktif.

Jika melihat laman FAQ, akun WhatsApp yang tidak aktif selama 120 hari akan dihapus, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmodo, Senin (22/2/2021).

"Untuk menjaga keamanan, membatasi retensi data, dan melindungi privasi pengguna kami, akun WhatsApp akan dihapus setelah tidak aktif selama 120 hari. Tidak aktif berarti pengguna belum terhubung ke WhatsApp," tulis WhatsApp.

Sementara, WhatsApp APAC Communications Director Sravanthi Dev mengatakan, WhatsApp ingin transparan dengan penggunanya, selain membantu meningkatkan pengalaman layanan di aplikasi percakapan mereka.

Baca: Trending di Twitter, Aplikasi WhatsApp Buat Heboh setelah Muncul di Status Penggunanya

Menurut Sravanthi, pembaruan tersebut sebenarnya untuk memfasilitasi perusahaan yang menggunakan API WhatsApp, atau yang terhubung dengan layanan analitik, seperti yang dimiliki Facebook.

"Semua terserah Anda (pengguna WhatsApp), apakah ingin berinteraksi dengan bisnis (perusahaan yang menggunakan API WhatsApp) atau tidak," kata Sravanthi kepada KompasTekno pekan lalu.

Sebagai informasi, Application Programming Interface (API) adalah salah satu bisnis layanan WhatsApp untuk perusahaan-perusahaan besar.

API ini berbeda dengan akun WhatsApp Business yang lebih menyasar usaha kecil.

Pengguna API WhatsApp adalah perusahaan yang mengelola pelanggan dalam jumlah besar, seperti operator seluler, maskapai penerbangan, atau e-commerce. (Tribun-video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengguna WhatsApp Tidak Bisa Baca dan Balas Pesan jika Tolak Kebijakan Baru

Editor: Purwariyantoro
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved