Yandex

Terkini Nasional

Anggota DPRD PDI Perjuangan Angkat Bicara soal Pencopotan Atribut Ormas FPI di Lokasi Bencana Banjir

Selasa, 23 Februari 2021 10:44 WIB
Tribunnews.com
Editor: Panji Anggoro Putro | Video Production: Sekar Manik Pranita

TRIBUN-VIDEO.COM - Keputusan polisi dan tentara melarang penggunaan atribut organisasi terlarang memberikan bantuan kepada korban banjir di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, sudah tepat.

Sebaiknya memberikan bantuan tanpa embel-embel organisasi.

"Ya sudah tepat lah. Kan pemerintah jelas sudah membubarkan. Berarti segala atribut yang ada di Indonesia ini sudah dilarang," kata Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Pandapotan Sinaga dalam pernyataannya, Selasa(23/3/2021).

Baca: POPULER: Kata Polisi soal Perahu Karet Berlogo FPI yang Disita: Kalau Bantu Tanpa Atribut Silahkan

Memberikan bantuan sosial kepada para korban banjir kata Pandapotan boleh-boleh saja, namun yang disayangkan kata dia atribut dari organisasi yang aktivitasnya sudah dilarang kemudian muncul.

"Soal dia bagikan bansos ke korban banjir tidak apa-apa tapi ya jangan bawa-bawa nama organisasi yang dilarang.
Jangan menjustifikasi berbuat baik tapi melanggar aturan yang sudah diputuskan pemerintah," kata Pandapotan.

Pandapotan berharap masyarakat mentaati keputusan pemerintah.

"Sudah dilarang pemerintah, ikuti saja. Kita ini kan negara yang jelas ada undang-undangnya, ada peraturannya, kita negara Pancasila," kata Pandapotan.

Hal senada juga dikatakan anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak.

Menurut dia, wajar saja ketika polisi dan tentara membubarkan kegiatan pemberian bantuan sosial tersebut karena mengenakan atribut organisasi yang sebenarnya aktivitasnya sudah dilarang.

Baca: Pengakuan Relawan FPI soal Polisi Minta Copot Atribut saat Bantu Evakuasi Korban Banjir di Jakarta

"Seharusnya semua menaati hukum. Semua harusnya bisa memberi contoh yang baik. Kalau tujuannya membantu, harusnya tidak perlu atribut," kata Gilbert.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan pun menilai pendekatan persuasif yang dilakukan kepolisian di lokasi banjir kawasan Cipinang sudah tepat.

"Kita melihat Polri tidak melakukan pendekatan refresif.

Itu bagus agar situasi tetap kondusif.

Kita minta kepada masyarakat silakan melakukan kegiatan kemanusiaan tapi tidak menggunakan nama ormas yang dilarang," kata Edi Hasibuan.

Dia pun mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan baik.

"Apalagi saat ini musim banjir. Banyak masyarakat yang kesulitan dan perlu bantuan," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keputusan Melarang Atribut Organisasi Terlarang di Lokasi Bencana Dinilai Sudah Tepat

Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved