Yandex

Terkini Daerah

Makam di Klodran Longsor, Bupati Karanganyar Juliyatmono Rogoh Uang Pribadi Buat Talud dari Bambu

Selasa, 23 Februari 2021 10:30 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUN-VIDEO.COM - Kabar longsornya makam yang membuat sejumlah jenazah hanyut di Kali Pepe, langsung menggerakkan kaki Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Hanya hitungan jam sejak membaca kabar yang diberitakan pertama kali oleh TribunSolo.com, orang nomor satu di Bumi Intanpari lantas mengecek lokasi.

Juliyatmono tampak mendatangi makam yang longsor di TPU Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu.

Terlebih dia menyelakan waktunya setelah mengikuti Musyawarah Daerah Partai Golkar Karanganyar di Colomadu, Senin (22/2/2021).

Bersama kepala desa dan camat setempat, Juliyatmono menginstruksikan agar segera dibuatkan pembatas alias talud.

Baca: Penampakan Makam di Tepi Kali Pepe yang Terkena Longsor, Jenazah Sampai Tersangkut Pohon

"Saya instruksikan agar dibuatkan talud sementara," katanya kepada TribunSolo.com.

Dirinya menegaskan akan mengucurkan dana pribadi guna menambal sejumlah tanah yang berpotensi longsor semakin besar.

"Nanti saya gunakan dana pribadi," ujarnya.

"Kalau hanya untuk membangun talud dari bambu itu cukuplah," terangnya.

Kedepannya Juliyatmono akan berkoodinasi dengan Pemkot Solo dan Pemda Jawa Tengah terkait anggaran pembangunan talud permanen.

"Nanti kita koordinasikan, karena ini ada di berbagai wilayah," jelasnya.

10 Jenazah Hanyut

Warga tidak melakukan pencarian jenazah yang hanyut terbawa arus saat makam longsor di tepi Kali Pepe.

Adapun longsor terjadi di TPU Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Ketua RT 03 RW 05 Bendungan, Endang Anggoro Bangun mengatakan sebanyak 10 jenazah yang hanyut.

Itu lantaran tanah sekitar makam amblas atau longsor karena air hujan yang meresap dan tiadanya pohon penyangga.

Baca: Makam di Colomadu Longsor, Jenazah di Dalam Kain Kafan Sampai Terlihat, Ada yang Hanyut ke Sungai

Tidak dilakukannya pencarian karena beberapa faktor.

Keluarga pemilik makam sudah tiada menjadi satu di antaranya.

Selain itu, makam beberapa jenazah tidak terpampang nama identitasnya.

"Tidak ada yang kenal, makanya tidak menghubungi keluarga," kata Endang kepada TribunSolo.com, Senin (22/2/2021).

Endang menuturkan pihaknya tidak akan melakukan pencarian bila belum mendapat izin keluarga.

"Tidak dilakukan (pencarian), belum izin," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Makam di Klodran Longsor 10 Jenazah Raib, Bupati Karanganyar ke Lokasi,Rogoh Uang Pribadi Buat Talud

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: TribunSolo.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved