Yandex

Terkini Daerah

Kisah Desa Jonggrangan Klaten yang Miliki Puluhan Pasang Kembar Identik, Begini Kata Kepala Desa

Selasa, 23 Februari 2021 09:00 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dihuni oleh puluhan orang kembar identik .

Kepala Desa Jonggrangan Sunarna menerangkan keberadaan orang kembar identik maupun dampit sudah ada sejak lama.

Namun mulai dikenal publik sekitar tahun 2000.

"Itu keturunan, alami. Sudah ada dari dulu. Mulai booming-nya itu tahun 2000," kata dia di Klaten, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021).

Baca: Fenomena Alam Sumur Ambles di Klaten, Kini Kembali Bertambah Jadi 14 Sumur

Orang kembar identik yang sekarang tinggal di Desa Jonggrangan ada 20 pasang.

Paling tua usianya 50 tahun. Sedangkan, paling muda tiga tahun.

Sunarna mengaku tidak tahu secara persis awal mula keberadaan orang kembar di Desa Jonggrangan.

"Tidak ada cerita dari simbah-simbah dulu. Kayaknya alamiah. Tidak ada cerita," ungkap Sunarna.

Desa Jonggrangan memiliki 10 dukuh dan tujuh rukun warga (RW) ada 22 rukun tetangga (RT).

Penduduk kembar ini berada di lima dukuh.

Kemudian jumlah orang kembar ini paling banyak berada di RW 001 Dukuh Jonggrangan.

 Mereka hidup normal dan tumbuh dewasa.

"Adik saya juga kembar. Namanya Ari Wibowo dan Ari Nugroho. Yang membedakan adik saya satunya punya siwil."

"Sampai sekarang tidak dioperasi sebagai ciri khas untuk membedakan," ungkap dia.

Meski sudah berkeluarga, kata Sunarna belum ada orang kembar di Desa Jonggrangan yang memiliki keturunan kembar.

"Sementara ini belum ada yang punya anak kembar," kata dia.

Sunarna mengaku tidak ada kesulitan dalam pencatatan dokumen kependudukan meski banyak warganya yang kembar, meski terkadang salah sebut nama karena kemiripan wajahnya.

"Tidak ada kesulitan. Pasti ada  perbedaan. Salah sebut nama wajar karena mirip wajahnya," tutur dia.

Adam dan Aris Salah satu orang kembar Desa Jonggrangan Kris Joko Raharjo mengatakan, memiliki kembaran bernama Kris Joko Santoso.

Sekilas tidak ada perbedaan antara Kris Joko Raharjo dengan sang adik.

Baca: Fenomena Belasan Sumur Warga Karanganom Klaten Ambles secara Massal, Diduga Terjadi karena Hal Ini

Hanya nama belakang yang membedakan keduanya

Tapi untuk membedakan secara fisik dengan sang adik, Kris Joko Raharjo menyemir rambutnya warna kuning emas.

"Biar berbeda saya semir rambut saya," kata dia.

Kris Joko Raharjo yang bekerja di sebuah toko pembuatan roti mengaku banyak cerita menjadi orang kembar.

Pernah suatu ketika dirinya membeli bahan roti bertemu dengan sopir kendaraan yang membeli BBM di SPBU.

Adik Kris Joko Raharjo diketahui bekerja di sebuah SPBU.

 "Kebanyak sopir-sopir yang isi bensin terus lihat saya beli bahan roti ketemu ditanya masuk apa. Dari pada jelasin panjang lebar saya jawab masuk siang gitu," kata pria kembar kelahiran 25 Desember 1980.

Kris Joko Raharjo sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Sedangkan kembarannya juga sudah menikah dan memiliki tiga orang anak.

Mereka tinggal satu desa hanya berbeda RT. Kris Joko Raharjo tinggal di RT 002, RW 001 Desa Jonggrangan dan kembarannya RT 003, RW 001 Desa Jonggrangan

"Untuk hobi kita sama suka sepak bola," tutur dia.

Ditambahkan Kris Joko Santoso sebagai orang kembar dirinya merasa banyak kelebihan. Dirinya mengaku sering sharing masalah pekerjaan maupun yang lainnya.

Bahkan, pernah salah satu di antara mereka sakit. Kemudian kembarannya pun juga ikut merasakan sakit.

"Karena ikatan batin," ungkap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Desa Jonggrangan Klaten yang Miliki Puluhan Pasang Orang Kembar

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved