Yandex

Terkini Daerah

Korban Banjir di Bekasi Terpaksa Mengungsi di Mobil Truk Kontainer, Belum Dapat Bantuan

Selasa, 23 Februari 2021 08:23 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUN-VIDEO.COM - Banjir akibat luapan Sungai Citarum merendam pemukiman warga di sejumlah desa wilayah Kabupaten Bekasi, kondisi ini terjadi sejak tiga hari lalu dan masih berlangsung hingga Senin (22/2/2021).

Jumlah titik banjir yang cukup banyak membuat bantuan dari pemerintah setempat belum merata, seperti yang dialami warga Kampung Bojong, Desa Bojong Sari, Kecamatan Kedungwaringin, Bekasi.

Pantauan TribunJakarta.com, pemukiman warga di lokasi tersebut masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar satu meter.

Bantuan yang belum merata membuat warga terpaksa bertahan dengan mendirikan pokso pengungsian secara mandiri.

Salah satunya memanfaatkan truk kontainer milik perusahaan di dekat perkampungan, warga diberikan akses untuk menggunakan kendaraan besar tersebut sebagai tempat tinggal sementara.

Baca: Jembatan Jalur Pantura Kabupaten Bekasi Amblas Akibat Banjir Luapan Sungai Citarum

Terdapat sekitar delapan truk kontainer yang dimanfaatkan sebagai posko pengungsian, kendaraan diparkir di dekat perkampungan yang aman dari banjir.

Truk kontainer besar yang digunakan sebagai posko pengungsian berupa trailer box berukuran besar, bagian penutup samping dibuka untuk akses masuk.

Di dalamnya, warga tampak menggelar alas berupa karpet atau tikar, bahkan sebagian diantaranya memanfaatkan truk sebagai dapur darurat.

Titin Hayati warga korban terdampak banjir mengatakan, tadinya warga membuat tenda darurat sebagai pengungsian di jalan.

Namun, air yang meluap dari sungai Citarum membuat tenda yang didirikan warga ikut kebanjiran.

Beruntung, perusahaan pemilik truk berbaik hati meminjamkan kendaraannya agar bisa digunakan sebagai tempat pengungsian.

Baca: Gubernur Anies Baswedan Klaim Banjir di DKI Jakarta Sudah 100% Surut dan Teratasi dengan Baik

"Tadinya kita di sini (jalan), terus airnya naik lagi sampai setinggi mobil, akhirnya ada perusahaan ini baik kasi pinjem kontainer buat warga," kata Titin.

Titin menambahkan, dia dan warga korban banjir di Kampung Bojong sudah tiga hari tidur di dalam truk kontainer.

Bantuan kata dia, sejauh ini belum ada, baik dari pemerintah maupun instansi lain. Untuk makanan, warga memanfaatkan stok seadanya atau beli lauk siap santap.

"Saya di sini sudah tiga malem. Dari pertama (banjir) udah dibuka (kontainer). Makanan nggak ada suplai (bantuan), karena akses jalan utama kemarin susah masuk," tegasnya.

Selain di dalam truk kontainer, warga terdampak banjir sebagian mengungsi dengan membuka tenda di pinggir rel kereta api.

Sebagai informasi, operasional kereta api jarak jauh terpaksa dihentikan sementara. Hal ini menyusul kerusakan pada jalur kereta di Lemah Abang akibat terendam banjir.(*)

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved