Yandex

Terkini Metropolitan

Relawan FPI yang Bantu Evakuasi Korban Banjir Diminta Copot Atribut oleh Pihak Kepolisian

Senin, 22 Februari 2021 17:51 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Polrestro Jakarta Timur dan Kodim 0505 Jakarta Timur meminta sejumlah relawan FPI mencopot atribut saat memberikan bantuan kepada korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Hal itu terjadi pada Sabtu (20/2/2021) pagi atau sebelum Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyambangi warga RW 04.

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan hal itu berawal saat petugas gabungan hendak mengevakuasi warga RW 04 korban banjir dari rumah ke posko pengungsian.

"Pada saat kita membantu masyarakat di sana mengevakuasi warga, ada masyarakat yang menggunakan atribut FPI. Baik atribut di perahu motor, maupun kaos, dan pelampung," kata Saiful saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (22/2/2021).

Baca: Polisi Buka Suara soal Perahu Karet Berlogo FPI yang Disita: Kalau Bantu Tanpa Atribut Silahkan

Bendera FPI pun bertengger di perahu karet yang digunakan relawan untuk mengevakuasi warga RW 04 saat ketinggian banjir luapan Kali Sunter mencapai 3 meter.

Tapi dia tidak merinci apa atribut dipakai relawan mengacu pada Front Pembela Islam yang dinyatakan pemerintah sebagai organisasi terlarang, atau Front Persaudaraan Islam.

Mengingat setelah 30 Desember 2020 lalu pemerintah menyatakan segala kegiatan Front Pembela Islam dilarang, terbentuk organisasi baru bernama Front Persaudaraan Islam.

Hanya bahwa atribut bertentangan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani enam menteri/kepala lembaga saat pemerintah melarang kegiatan Front Pembela Islam.

"Sehingga kami panggil, kami panggil, kami suruh buka atributnya. Kalau mau bantu masyarakat silakan buka atributnya (FPI). Karena apa, karena bentuk kegiatan FPI kan dilarang. Sudah dinyatakan organisasi terlarang kan," ujarnya.

Saiful menuturkan saat itu Danramil Kapten Inf Hadi Sasmugi, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan, dan Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Kav Edy Yunianto juga berada di lokasi.

Mereka ikut meminta tim relawan FPI menanggalkan seluruh atribut organisasi yang dikenakan bila hendak membantu petugas mengevakuasi warga ke posko pengungsian.

"Atribut yang menyangkut FPI saya suruh buka, kalau memang mau membantu di situ. Tapi kalau tidak mau, kalau mereka tetap mau pakai baju dan atribut FPI kita usir, jangan ada di situ," tuturnya.

Baca: Relawan Banjir Beratribut FPI Dibubarkan, Polisi Tegur hingga Minta Copot Kaos dan Bendera

Saiful menyebut sekitar 10 relawan FPI tersebut setuju menanggalkan atributnya, tapi mereka memilih pergi dari permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu.

Pun menurutnya jajaran Polrestro dan Kodim 0505 Jakarta Timur tetap membolehkan relawan FPI ikut membantu proses evakuasi warga setelah menanggalkan atribut.

"Mereka kalau memang mau buka baju, perahu disimpan, semua yang mengatasnamakan FPI. Setelah buka atribut itu mereka ikut bantu evakuasi warga dengan anggota TNI-Polri boleh. Asal memakai baju biasa, tidak mengatasnamakan FPI," lanjut Saiful.

Perihal apa relawan FPI meninggalkan bantuan logistik makanan bagi korban banjir saat pergi, Saiful mengatakan saat kejadian tidak ada bantuan logistik yang dibawa 10 orang itu.
Menurutnya saat kejadian bantuan yang hendak diberikan relawan FPI kepada warga RW 04 yang terdampak banjir sejak Jumat (19/2) yakni tenaga evakuasi dari rumah ke posko pengungsian.

"Enggak, enggak ada bantuan logistik. Bantuan tenaga untuk evakuasi masyarakat bersama-sama dengan kami anggota TNI-Polri yang sudah ada di situ. Mereka ada sepuluh orang, yang nyebur itu saya lihat hanya dua orang yang pakai pelampung FPI," sambung dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kronologi Pembubaran Relawan Beratribut FPI Saat Evakuasi Korban Banjir di Cipinang Melayu

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: TribunJakarta
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved