Yandex

INDONESIA UPDATE

Pecatan TNI di Palembang Jadi Otak Penculikan Anak, Videonya Viral hingga Sempat Rencanakan Tebusan

Senin, 22 Februari 2021 15:02 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dua pelaku penculikan anak berusia 4 tahun berinisial DI di Palembang akhirnya dibekuk oleh kepolisian.

Keduanya yakni Suhartono (38) dan Sutriono (32). Suhartono diketahui merupakan pecatan anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Keduanya juga sempat meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta kepada orang tua korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat menuturkan, korban DI diculik saat tengah bermain bersama kakaknya DN (8) di depan rumah.

Pelaku membekap mulut korban dan meletakkan korban di bagian kemudi.

DN kemudian langsung melapor ke ibunya dan mengecek rekaman CCTV.

Aksi pelaku penculikan tersebut juga viral di media sosial.

Menurut keterangan edi, seusai menculik korban di rumahnya, Sutrisno berjanji bertemu dengan Suhartono di kawasan kebun sayur.

Sutriono kemudian urung bertemu Suhartono dan membawa DI ke rumahnya di Jalan Taman Murni Alang-alang Lebar, Palembang.

Baca: Motif Pecatan TNI Dalangi Penculikan Bocah 4 Tahun, Awalnya Hendak Minta Tebusan Rp100 Juta

Seorang warga bernama Yanca diminta Sutriono untuk mengembalikan korban kepada orangtuanya karena takut ditangkap polisi.

Pasalnya video rekaman CCTV penculikan beredar luas dan viral di media sosial.

Yanca kemudian menghubungi polisi dan melaporkan keberadaan DI di kawasan Kilometer 11 Palembang pada Jumat (19/2/2021) malam.

Dari hasil pengembangan, ternyata ada pelaku lain yang merupakan dalang dari penculikan ini yakni Suhartono.

Suhartono lantas ditangkap di rumah mertuanya di kawasan Sekip dan dilumpuhkan karena mencoba melarikan diri.

Dalam pengakuannya ke polisi, Suhartono juga berencana meminta uang tebusan Rp100 juta kepada keluarga korban.

Pecatan anggota TNI ini terpaksa melakukan hal tersebut karena faktor ekonomi.

Edi menuturkan, antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Pelaku diketahui mencari mangsa secara acak.

Selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Scoopy serta pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal pasal 76 huruf F Juncto pasal 83 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved