Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Pemilik Pabrik yang Penjarakan 4 Ibu-Ibu di Lombok Tengah Buka Suara, Pihak BKBH Temui Kejanggalan

Senin, 22 Februari 2021 12:26 WIB
Tribun Lombok

TRIBUN-VIDEO.COM - Empat ibu rumah tangga (IRT) ditahan oleh Kejaksaan Negeri Praya karena melempar atap gudang rokok perusahaan UD Mawar di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dua dari empat IRT membawa balita dan menyusui di dalam penjara.

Namun menurut Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram penahanan yang dilakukan kepada empat ibu rumah tangga dirasa terlalu berlebihan.

Pabrik tembakau UD Mawar Putra di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilempar ibu-ibu tidak mengalami kerusakan berarti.

Pantauan TribunLombok.com, di lokasi pabrik, gudang tersebut masih berdiri kokoh tanpa ada kerusakan.

Bahkan aktivitas produksi masih tetap berjalan, tapi hari itu, Sabtu (20/2/2021), tidak ada bau menyengat tercium.

Beberapa seng penutup pabrik memang tampak penyok, namun tidak sampai jebol atau rusak parah.

Meski demikian, pemilik pabrik tetap melaporkan kasus pelemparan itu ke polisi karena merasa sudah tidak tahan karena pihak pabrik merasa terganggu.

H Ahmad Suardi, pemilik UD Mawar Putra yang dikonfirmasi menjelaskan, aksi pelemparan itu membuat buruh pabrik tidak nyaman dan ketakutan.

Baca: Pengakuan Pemilik Pabrik yang Penjarakan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah: Kenapa Saya Dihujat Terus

Pelemparan batu ke pabrik tidak hanya dilakukan sekali, tetapi sudah sering.

”Bukan sekali ini saja, dia juga sudah mengaku. Kalau dikumpulkan batunya sudah banyak. Tapi saya biarkan saja, serahkan kepada Allah SWT,” kata Ahmad Suardi, yang ditemui di rumahnya, Sabtu (20/2/2021).

Upaya mediasi sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali, pertemuan di kantor kepala desa hingga ke kantor polisi.

Tapi menurut Suardi, warga justru tidak mau menunjukkan niat baik menyelesaikan secara damai.

”Tergantung mereka, kalau mereka mau bertahan, bagaimana? masa saya sendiri,” katanya.

Terkait lokasi pabrik yang berdekatan dengan permukiman warga, Suardi menjelaskan, semua izin usaha sudah diurusnya.

Tembakau yang diproduksi pun sudah punya cukai resmi.

Sehingga usahanya benar-benar legal dari hulu ke hilir.

”Ini hanya usaha pengolahan tembakau, tidak ada limbahnya, cuma tembakau kering biasa saja yang dibungkus,” katanya.

Baca: Cerita Anak yang Ibunya Dipenjara karena Lempar Batu ke Pabrik Tembakau, Alami Lumpuh hingga Rindu

Ditemui terpisah oleh TribunLombok.com, Yan Mangandar, pendamping dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram, Sabtu (20/2/2021) mengatakan terkait penahan empat ibu rumah tangga ia meminta aspek kemanusiaan seharusnya dipertimbangkan aparat penegak hukum.

Terlebih kasus pelemparan tersebut tergolong kasus kecil, jika dilakukan penahanan, akan menimbulkan efek cukup besar.

”Terutama efek bagi anak-anak dan keluarganya,” ujar Yan Mangandar.

”Kemudian anak yang ada di dalam (rutan), siapa yang bisa menjamin kondisi kesehatan anak saat sekarang,” katanya, seusai meninjau ke Rutan Praya.

Setelah mendalami kasus tersebut, Yan Mangandar menemukan banyak kejanggalan.

Antara lain, proses penanganan kasus terburu-buru dan terlalu cepat.

Kejadian tanggal 26 Desember 2020 dan Februari 2021 sudah masuk tahap II.

”Prosesnya ini ekstra cepat. Kami cukup heran kenapa kasus ini diproses begitu cepat,” ujarnya.

Bila melihat latar belakang kenapa para ibu-ibu melempar, harusnya pemerintah bertindak sejak lama.

Diketahui, keempat ibu yang ditahan adalah Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38), dan Hultiah (40). (Tribun-video.com/TribunLombok)

Artikel ini telah tayang di Tribunlombok.com dengan judul Pabrik Tidak Rusak Parah, Ini Alasan Pemilik UD Mawar Penjarakan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah

Editor: Purwariyantoro
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Lombok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved