Yandex

Terkini Nasional

Penahanan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah Dinilai Berlebihan, Tim Hukum Temukan Kejanggalan

Senin, 22 Februari 2021 08:37 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM – Penahanan terhadap empat orang ibu rumah tangga di Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai terlalu berlebihan.

”Sangat berlebihan sekali penahanan ini. Tidak sesuai dengan situasi saat ini. Dia tidak mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak, ini paling utama,” tegas Yan Mangandar, pendamping dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram, Sabtu (20/2/2021).

Para ibu rumah tangga tersebut memiliki balita yang masih membutuhkan asupan air susu ibu (ASI).

”Kepentingan terbaik bagi anak ini yang harus dipertimbangkan,” katanya.

Harusnya aspek kemanusiaan dipertimbangkan aparat penegak hukum.

Terlebih kasus pelemparan tersebut tergolong kasus kecil, jika dilakukan penahanan, akan menimbulkan efek cukup besar.

”Terutama efek bagi anak-anak dan keluarganya,” ujar Yan Mangandar.

Dengan penahanan tersebut, suami tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga karena harus menjaga anak di rumah.

Baca: Pengakuan Pemilik yang Penjarakan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah: Kenapa Saya Dihujat Terus

”Kemudian anak yang ada di dalam (rutan), siapa yang bisa menjamin kondisi kesehatan anak saat sekarang,” katanya, seusai meninjau ke Rutan Praya.

Di sisi lain, anak-anak mereka yang ada di rumah terus bertanya ke mana ibunya.

Sebab mereka masih kecil dan membutuhkan kasih sayang orangtua.

”Ini kan terkesan kayak kasus besar. Saya tegaskan ini kasus sangat kecil. Seharusnya tidak dilakukan penahanan terhadap 4 tersangka ini,” katanya.

Memang, alasan penahanan karena pasal yang disangkakan pasal 170 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman lima tahun enam bulan.

Namun aparat harus melihat fakta di lapangan dan kondisi masyarakat.

”Itu hanya sepandek yang peot, kemudian tidak menimbulkan cacat, atau menimbulkan kerugian lebih dari Rp2,5 juta,” katanya.

Sehingga harusnya penahanan tidak perlu dilakukan.

Tim pendamping awalnya beranggapan pabrik tembakau yang dilempar ibu-ibu rusak parah.

Tetapi setelah melihat ke lapangan akibat perbuatan mereka hanya membuat spandek peot.

Tetapi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah justru menggunakan kekuasaannya untuk menahan mereka.

”Kami melihat ini perbuatan yang terlalu over, sampai empat ibu-ibu yang memiliki anak kecil ditahan di Rutan Praya ini,” katanya.

Keempat ibu yang ditahan adalah Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38), dan Hultiah (40).

Mereka dituduh melakukan pengerusakan dengan melempar batu ke pabrik tembakau UD Mawar Putra.

Yan Mangandar menambahkan, tim BKBH Fakultas Hukum Unram bersama beberapa advokat di Lombok Tengah kini mendampingi kasus tersebut.

Ia menyesalkan dalam proses berita acara pemeriksaan (BAP), ibu-ibu tidak didampingi pengacara.

”Kami cukup kecewa, padahal kalau dilihat dari ancaman pasalnya itu hukuman lima tahun lebih,” katanya.

Dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih, empat ibu-ibu itu wajib didampingi seorang pengacara.

Baca: Empat Ibu-ibu dan 2 Balita Dipenjara karena Dituduh Lempar Batu ke Pabrik Tembakau di Lombok Tengah

Endus Kejanggalan

Setelah mendalami kasus tersebut, Yan Mangandar menemukan banyak kejanggalan.

Antara lain, proses penanganan kasus terburu-buru dan terlalu cepat.

Kejadian tanggal 26 Desember 2020 dan Februari 2021 sudah masuk tahap II.

”Prosesnya ini ekstra cepat. Kami cukup heran kenapa kasus ini diproses begitu cepat,” ujarnya.

Bila melihat latar belakang kenapa para ibu-ibu melempar, harusnya pemerintah bertindak sejak lama.

Ia menilai, perusahaan tembakau sekala besar memproduksi tembakau dalam hitungan ton dan dianggap mengganggu kenyamanan warga.

”Bau menyengat dari tembakau mengganggu kesehatan masyarakat,” katanya.

Bahkan, anak salah seorang tersangka dalam kondisi lumpuh diduga akibat menghirup bau tembakau.

Meski belum bisa dipastikan, tetapi berdasarkan saran dokter, anak tersebut dilarang menghirup bau tembakau lagi.

Itu menunjukkan ada indikasi aktivitas pabrik yang berdampak kepada kesehatan warga.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunlombok.com dengan judul Penahanan 4 Ibu-ibu di Lombok Tengah Dinilai Berlebihan, Tim Hukum Temukan Kejanggalan

Editor: Purwariyantoro
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Lombok
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved