Selasa, 14 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Diduga Keracunan, Puluhan Pengungsi dan Relawan Bencana Tanah Longsor di Nganjuk Dirawat

Jumat, 19 Februari 2021 15:11 WIB
Antara

TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menderita sakit mirip gejala keracunan.

Mereka bersamaan menderita sakit perut dan muntah-muntah.

Rata-rata mereka menyebut mengonsumsi mi ayam bantuan dari donatur.

Sekira 21 pengungsi dan relawan bencana tanah longsor di Desa Ngetos, Nganjuk ini mengalami sakit perut dan muntah-muntah.

Dikutip dari Antara, Arif Firmansyah, satu diantara korban keracunan massal mengatakan ia dengan dua orang temannya sebelumnya makan mi ayam yang disiapkan petugas.

Ia makan mi pada Kamis (18/2/2021) sekira pukul 18.00 WIB kemudian merasa sakit perut sekira pukul 24.00 WIB.

"Saya makan mi ayam sekitar jam 18.00 WIB dan baru merasa keracunan itu jam 24.00 WIB," katanya di Nganjuk, Jumat 19 Februari 2021.

Arif menjelaskan mi ayam itu seluruhnya dimasak oleh petugas pada Kamis sore dan langsung dibagikan kepada setiap orang yang mau, baik pengungsi hingga relawan longsor.

Baca: Ribuan Ikan Mati di Situ Citongtut Bogor Kembali Terulang, Warga: Keracunan Limbah Pabrik

Ia menyebut mayoritas para korban mulai meras dakit pada malam harinya, seperti munta-muntah dan diare.

Para korban kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Ngetos yang berada di depan posko utama.

Tiga dari 21 orang yang diduga mengalami keracunan harus dirujuk ke RSUD Nganjuk lantaran kondisinya yang melemah.

Sementara itu, polisi kini turut menyelidiki dengan memeriksa sejumlah saksi baik petugas masak, pengungsi dan relawan longsor Nganjuk yang menjadi korban.

Petugas juga mengambil sampel dari sisa mi ayam yang telah dimasak itu dan sampel muntahan korban.

Sebelumnya diberitakan, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021) seusai hujan deras.

Musibah ini memakan 18 korban jiwa dan saat ini Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang. (Tribun-video.com/Antara)

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Antara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved