Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Keadaan Kampung Miliarder di Tuban: Deretan Mobil Terparkir di Jalan Kampung Sempit Tak Beraspal

Jumat, 19 Februari 2021 08:20 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Warga satu desa di Sumurgeneng, Kecamatan Jenu Tuban Jawa Timur mendadak mejadi miliarder setelah mendapatkan ganti rugi tanah dari pertamina untuk proyek kilang minyak.

Satu desa tersebut bahkan kini dijuluki kampung miliarder setelah warganya ramai-ramai memborong mobil baru.

Meski dijuluki kampung miliarder, namun kondisi desa tersebut jauh dari kata elit.

Akses jalan tampak sempit dan kondisi jalannnya juga belum teraspal.

Dikutip dari tayangan YouTube Harian Surya, Minggu (14/2/2021), kampung miliarder di Desa Sumurgeneng tersebut terlihat layaknya desa pada umumnya.

Rumah warga berjajar sederhana dengan kondisi gang yang bisa terbilang cukup sempit.

Kondisi jalan juga belum teraspal dan masih merupakan jalanan tanah.

Tampak rumah-rumah warga ada yang sudah tembok dan mempunyai pagar rumah, namun ada pula rumah-rumah yang masih tampak sederhana.

Meski begitu, di depan rumah mereka, terpakir mobil-mobil baru yang merek beli dari penjualan tanah ke pertamina tersebut.

Mobil tersebut terparkir di depan rumah mereka yang tampak belum memiliki garasi yang layak.

Baca: Mobil Diborong Warga Desa di Tuban, Dealer Mobil Sebut Masih Banyak Pesanan

Diketahui, warga Sumurgeneng tersebut bak mendapatkan durian runtuh setelah tanah mereka dihargai miliaran oleh Pertamina dan juga perusahaan asal Rusia yang hendak membangun kilang minyak.

Diungkapkan oleh Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto, sebanyak 225 warga di Desa Sumurgeneng, semuanya telah mendapatkan kompensasi pembebasan lahan dari pertamina dan perusahaan asal Rusia Rosneft.

Rencananya lahan tersebut akan menjadi proyek grass root refinery (GRR) kilang minyak.

"Memang (warga) sama teman-temannya atau kelompoknya itu (dapat) pencairan yang terakhir lewat konsinyasi mengambilnya di Pengadilan Negeri (PN)," kata Gihanto.

Warga yang menerima ganti rugi lantas menerima uang miliaran rupiah.

Ada warga yang menerima Rp8 miliar, 26 miliar hingga ada pula warga asal Surabaya yang menerima Rp38 miliar.

"Untuk warga sini sendiri (dapat) sekitar Rp26 miliar," ungkap Gihanto.

Jumlah tersebut lantaran Pertamina menghargai tanah itu dengan biaya Rp600-Rp800 ribu per meternya.

Rata-rata warga yang menjual tanahnya menggunakan 90 persen pendapatan untuk membeli mobil, 75 persen untuk membeli tanah, dan 50 persen untuk membangun rumah.

Sementara itu ada pula yang menjadikan pendapatan untuk modal usaha, tetapi jumlahnya sedikit sekali.(Tribun-Video.com/Nila)

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribun Video
Tags
   #Tuban   #Desa Sumurgeneng   #borong mobil
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved