Yandex

Tribunnews WIKI

Lampion, Simbol Budaya China di Seluruh Dunia yang Terbuat dari Kertas dengan Lilin di Dalamnya

Kamis, 18 Februari 2021 21:03 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Lampion adalah sejenis lampu yang biasanya terbuat dari kertas dengan lilin di dalamnya.

Lampion yang lebih rumit dapat terbuat dari rangka bambu dibalut dengan kertas tebal atau sutera bewarna (biasanya merah).

Lampion biasanya tidak dapat bertahan lama, dan mudah rusak.

Lampion selalu lekat dengan perayaan Imlek.

Lampion pun kini menjadi simbol budaya China di seluruh dunia.

Biasanya lampion ada di klenteng atau restoran China.

Selain itu, lampion pun biasanya ada di tempat tinggal etnis Tionghoa di suatu wilayah yang biasa disebut Pecinan.

Beberapa daerah bahkan mengadakan festival lampion untuk memeriahkan perayaan Imlek, seperti di Solo, Jawa Tengah.

Saat ini pun bentuk lampion semakin beragam seperti hewan zodiak.

Sejarah

Lampion atau Deng Long(燈籠)(dēnglóng) dalam bahasa Mandarin dapat diartikan secara terpisah 燈 (dēng) berarti cahaya/sumber cahaya, dan 籠 (lóng) artinya sangkar/tempat, sehingga jika diletakkan secara bersama sebagai tempat cahaya/sumber cahaya.

Secara luas 燈籠 dapat berarti segala jenis tempat meletakkan cahaya/lilin.

Lentera batu di Tiongkok muncul sekitar pada Dinasti Han, dan di Dinasti Wei, Jin, Utara dan Selatan sampai Dinasti Tang.

Ditemukan di vihara, kuil dan kebun. Di Kuil Buddha umumnya lampion batu berada di depan kuil.

Lampion diyakini bermula pada zaman Dinasti Han Timur Kuno yang berdiri pada tahun 25-220 masehi.

Masyarakat pada masa itu akan menutup lilin dengan bingkai bambu, kayu, atau jerami gandum dan merentangkan sutra atau kertas sehingga api tidak mati tertiup angin.

Lentera batu paling awal yang ada di China adalah lampu Qiushi utara Kuil Tongzi di Taiyuan, Provinsi Shanxi.

Lampu batu di Dinasti Tang dibangun di Daqing delapan tahun (773) yang dibangun di Changzhi County, Shanxi Cailing Mountain Law dan lampu batu Kuil, Stone County, Kuil Shaanxi Shek Ngau, Beiyue Temple di Hebei lampu batu Quanganglong, selain Heilongjiang Ning Bohai Town Dari Laut Bohai di Beijing Longquan House Guanglong.

Macam-macam

Di Indonesia memiliki beberapa jenis lampion khas daerah:

Ting

Merupakan lampion khas dari Kota Solo. Ting merupakan tradisi Kraton Surakarta untuk menyambut malam selikuran (hari ke 21) pada bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah, yang diarak kelillingi Kraton Kasunanan Surakarta.

Upaya agar Ting tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kota Surakarta mengadakan Festival Ting Selikuran setiap tahun.

Damar Kurung

Adalah lampion khas dari Kabupaten Gresik. Damar Kurung merupakan tradisi warga muslim Gresik untuk menyambut Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah yang menggantungkan lentera damar kurung di depan rumah.

Upaya agar Damar Kurung tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kabupaten Gresik mengadakan Festival Damar Kurung setiap tahun.

Impes

Merupakan lampion khas dari Kabupaten Jepara. Impes merupakan tradisi warga muslim Kalinyamatan (Jepara) untuk menyambut Nisfu Sya'ban pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari kalender Hijriyah, yang menggantungkan lentera Impes di depan rumah.

Upaya agar Impes tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kabupaten Jepara mengadakan Pesta Baratan yang dikemas dengan arak-arakan bertema Kerajaan Kalinyamat yang para pesertanya membawa Impes setiap tahun.

Teng-Teng

lampion khas Kota Semarang. Teng Teng atau Teng Tengan merupakan tradisi warga muslim Semarang menggunakannya untuk pergi ke Masjid.

Kemudian saat bulan Ramadhan tiba akan semakin banyak yang menggunakannya untuk pergi Tarawih.

Upaya agar Teng-Teng tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kota Semarang mengadakan Festival BKB (Festival Sungai Banjir Kanal Barat), pada acara BKB Festival ratusan Teng-Teng menghiasi sungai Banjir Kanal Barat (BKB) pada acara BKB Festival setiap tahun.

Teng Tengan Ciluk

Yakni lampion khas dari Kota Surabaya. Teng Tengan Ciluk merupakan tradisi Kota Surabaya.

Upaya agar Ting tidak hilang di makan zaman maka pemerintah Kota Surabaya mengadakan Festival Topeng Mauludan di Taman Bungkul Surabaya.

Awal Mula Festival Lampion

Lampion mulai digunakan untuk festival pada masa Dinasti Tang.

Festival lampion ini dirayakan setiap tahun, pada hari kelima belas kalender bulan.

Tanggal itu pun ditetapkan sebagai akhir Tahun Baru China.

Perayaan puncak pada festival itu adalah memakan Tang Yuan, sajian bola nasi ketan yang diisi pasta wijen.

Jalannya festival penuh dengan cahaya lampion dan perayaan bersama keluarga.

Saat ini lampion bundar berwarna merah merupakan yang paling diasosiasikan sebagian besar orang di seluruh dunia sebagai lampion China.

Warna merah itu menyimbolkan kemakmuran dalam budaya China.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Artikel: Lampion

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved