Yandex

TRIBUN TRAVEL UPDATE

TRIBUN TRAVEL UPDATE: Sulap Kawasan Kumuh Jadi Ruang Hijau Terbuka untuk Belajar Anak-anak

Rabu, 17 Februari 2021 15:15 WIB
Tribun Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUN-VIDEO.COM, PADANG - Masyarakat mengubah lokasi pembuangan sampah menjadi lokasi ruang terbuka hijau di kawasan Blok D II Komplek Mega Permai 1, Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Pantauan TribunPadang.com terlihat sebuah pondok yang berwarna merah putih bertingakt dua.

Masyarakat sekitar terlihat ramai di lokasi tersebut sedang duduk-duduk membersihkan sampah.

Kawasan lokasi pondok tersebut merupakan awalnya lokasi pembuangan sampah yang sudah menumpuk dan kumuh.

Loaksi tersebut sering terjadi banjir berkepanjangan saat hujan turun yang diakibatkan oleh adanya aliran air atau selokan yang menyempit di pemukiman masyarakat.

Sejumlah masyarakat peduli lingkungan membentuk sebuah gerakan yang tergabung dalam komunitas Peduli Aliran Air bernamakan Ampang Manggarai bergerak membersihkan kawasan kumuh.

Baca: TRIBUN TRAVEL UPDATE: Rela Nyasar dan Antre Demi Bakmi Basiyo

Komunitas tersebut berdiri sejak tahun 2020 yang lalu, dan mulai bergerak membersihkan selokan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Salah satu kegiatan yang dilakukan selama ini diantaranya adalah bersih-bersih saluran aliran Air di komplek dan memantau aliran sungai.

Komunitas ini juga terus memberikan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah di masyarakat.

Salah satu penggagas dari warga sekitar bernama Amrianis mengatakan, kawasan tersebut dinamakan pondok Manggarai.

"Awalnya ini tempat sampah yang berlokasi di pinggir komplek. Kemudian saluran air tertutup akibat sampah yang menumpuk, kalau hujan sebentar saja sudah banjir," kata Amrianis, Rabu (17/2/2021).

Dikatakannya, timbul inisiatif bagaimana saliran air bisa memgalir tanpa tersumbat atau terganggu akibat adanya sampah yang menumpuk.

"Selanjutnya sampah kita angkat keluar untuk dibakar. Dahulu, luar biasa sampahnya di sini," katanya.

Kata dia, sampah tersebut dibersihkan dalam waktu 4 bulan secara bersama-sama, dan saat ini sampahnya sudha tinggal sedikit.

"Selokan ini masih dalam pembersihan agar sampai ke sungai besar dengan lancar, dan tidak terjadi banjir lagi saat hujan turun," katanya.

Baca: TRIBUN TRAVEL UPDATE: Selama Libur Imlek, Umbul Besuki Masih Sedikit Dikunjungi Wisatawan

Selanjutnya, didirikan pandok secara bersama-sama dan masyarakat semakin ramai untuk datang sekedar duduk mengobrol.

"Akhirnya berkembang dan saat ini menjadi lokasi untuk anak-anak belajar di sekitar sini," katanya.

Ia menyebutkan, anak-anak tersebut datang untuk mengerjakan tugas sekolah secara bersama-sama, belajar kelompok, dan menggambar.

"Kami berencana, kawasan ini menjadi kawasan edukasi. Dimana anak-anak dapat belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

Ia akan mengajarkan anak-anak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bagaimama cara mengelola sampah menjadi barang yang bernilai.

"Bagi yang ingin mendonasikan buku anak-anak bisa diantarkan langsung. Karena kami juga berharap adanya buku bacaan untuk anak-anak," katanya.

Ia berharap adnaya buku bacaan cerita rakyat dari Mianangkabau, dongeng, dan buku lainnya untuk anak-anak.

"Rencana ke depannya masih banyak, seperti pemasangan Wifi untuk belajar daring bagi anak-anak. Buku bacaan anak-anak. Sedangkan untuk aliran air diharapkan dapat diisi ikan," katanya.

Selain menjadi tempat belajar, ia menyebutkan pondok Manggarai dijadikan lokasi untuk bersilaturrahmi antara warga.

"Saat ini, kawasan yang dulunya dipenuhi sampah kami jadikan taman, dan ada juga kami tanami jagung," katanya.

(TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Reporter: Larasati Putri
Videografer: fajri digit sholikhawan
Video Production: Wening Cahya Mahardika
Sumber: Tribun Padang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved