Yandex

Travel

Mencicipi Lezatnya Bakmi Basiyo, Jadi Langganan Bupati Sukoharjo Meski Tempat Tersembunyi

Rabu, 17 Februari 2021 15:04 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bakmi menjadi satu kuliner yang bisa kamu temukan dengan mudah di Jawa Tengah, khususnya daerah Solo dan Jogja.

Terletak tak jauh dari pusat Kota Solo, ada satu warung bakmi yang unik, namanya Bakmi Basiyo.

Jika biasanya orang membuka usaha di tempat yang strategis dan dekat dengan keramaian, maka berbeda dengan warung Bakmi Basiyo.

Warung bakmi ini justru terletak di perkampungan yang sepi dan diapit oleh rumah warga serta kebun jati.

Menurut laporan wartawan TribunSolo, Agil Tri, Warung Bakmi Basiyo terletak di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Ia menjelaskan bahwa pemilik warung, Basiyo awalnya mengaku berjualan nasi goreng dan bakmi secara berkeliling.

Namun, karena sudah lelah, Basiyo memutuskan untuk membuka warung bakmi di rumahnya.

Selain lokasinya yang terpencil, Bakmi Basiyo ini juga punya keunikan lainnya yakni proses memasaknnya yang masih mengggunakan tungku arang.

"Keunikan lainnya itu, di sini masaknya masih pakai arang dan wajan berukuran kecil," kata Agil.

Meski warung Bakmi Basiyo tergolong sederhana, pembeli di sini rela mengantre hingga berjam-jam.

Cita rasa bakmi dan nasi goreng Basiyo ini pun sudah terkenal hingga di luar Kabupaten Sukoharjo.

Bahkan konon kabarnya, Warung Bakmi Basiyo juga menjadi langganan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

Kamu yang penasaran dengan cita rasa bakmi di sini bisa langsung datang ke Warung Bakmi Basiyo.

Harga satu porsinya pun cukup terjangkau yakni Rp 15.000 untuk satu porsi nasi goreng atau bakmi.

Selain nasi goreng dan bakmi, di warung Bakmi Basiyo kamu juga bisa memilih menu lain seperti capjay.

Pembeli yang tak habiskan makanan harus bayar dengan harga lebih mahal

Tak seperti Bakmi Basiyo yang dibanderol dengan harga murah meriah, sebuah warung makan di Sukoharjo memiliki aturan yang unik bagi para pembelinya.

Warung makan yang berlokasi di sudut Kabupaten Sukoharjo ini memberlakukan harga yang lebih mahal bagi para pembeli yang tak menghabiskan makanan yang telah dipesan.

Karena aturannya ini, warung makan ini pun viral di media sosial.

Menurut laporan wartawan TribunSolo, Ilham Okatfian, warung makan Pak Rudy ini mematok harga Rp 5 ribu untuk satu porsi nasi sayur.

Namun, bagi pembeli yang tidak menghabiskan makanannya akan dikenai harga lebih mahal dan diminta membayar Rp 7 ribu.

Rudy mengatakan, aturan denda ini mulai diterapkan sejak tahun 2017.

Awalnya ia merasa cukup prihatin dengan pembeli yang tidak menghabiskan makanannya.

"Aturan ini diberlakukan mulai tahun 2017, pemilik warung prihatin dengan pembeli yang tidak menghabiskan makanannya," kata Ilham.

Sang pemilik warung merasa prihatin sekaligus kasihan dengan koki dan karyawannya yang harus membuang sisa makanan tersebut.

Selain itu, sambung Rudy ada nilai keagamaan yang ia junjung, yakni dengan tidak membuat makanan dihambur hamburkan.

"Saya menauladani sunnah Rasulullah, kalau habis Insyallah barokah dan kalau tidak habis itu mubazir," ujarnya.

Rudy menegaskan jika yang ia berlakukan tersebut bukan denda, melainkan tolak ukur pembelinya.

"Kalau habis berarti ngambilnya sedikit dan bayarnya Rp 5000, kalau tidak habis berarti ngambilnya banyak berarti bayar Rp 7000," terangnya.

Bagaimana dengan respon pembeli?

Sejak aturan unik tersebut viral di medsos, para pembeli yang makan di warung makan Pak Rudy tidak mempermasalahkan aturan tersebut.

Mereka justru menyambutnya dengan positif.

Tak tanggung-tanggung, pembeli yang datang ke warung makan tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo dan area Solo Raya saja.

Melainkan ada juga yang datang dari Semarang bahkan Jakarta yang mampir untuk makan ke warung makan Pak Rudy.

"Dikatakan oleh Pak Rudy sendiri, jika warung tersebut mengalami kenaikan omzet sebesar 50 persen dibandingkan pendapatan sebelumnya," kata Ilham.

Sang pemilik warung merasa bersyukur di tengah pandemi seperti saat ini, usahanya masih bisa berjalan lancar dan mengalami kenaikan omzet.

"Alhamdulilah, semenjak viral beberapa bulan ini, omzet naik 50 persen dengan kondisi seperti ini (pandemi) saya bersyukur," terangnya.

Dirinya mengungkap keinginannya untuk membuka cabang di beberapa tempat.
Mengingat di tempatnya saat ini, para pegawai merasa kewalahan dengan antusias pembeli yang datang sekitar 300-an orang perhari.

"Pengennya seperti itu, tapi ini masih dirembug," tandasnya.

Warung Makan Pak Rudy berlokasi di Godean RT 01 RW 15, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul TRAVEL UPDATE: Lezatnya Bakmi Basiyo, Meski Letaknya Tersembunyi Jadi Langganan Bupati Sukoharjo

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: TribunTravel.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved