Rabu, 8 April 2026

Wiki Trends

Wiki Trends - Rekaman CCTV WN Rusia Buronan Interpol Kabur dari Kantor Imigrasi Bali

Selasa, 16 Februari 2021 23:13 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Seorang buron Interpol kabur dari kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali.

Buronan berwarga negara Rusia diduga kabur dengan dibantu teman wanitanya yang kini masuk juga dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Aksi Andre Ayer ini terekam kamera CCTV yang ada di kantor imigrasi.

Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka melarikan diri saat proses administrasi pemindahan di kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali.

Andrew Ayer diketahui merupakan buron Interpol yang masuk dalam daftar red notice.

Ia kabur saat dijenguk teman perempuannya bernama Ekaterina Trubkina yang juga WN Rusia.

Keduanya kini menjadi buronan petugas keamanan di Bali.

Petugas imigrasi bekerja sama dengan polisi langsung memperketat pintu keluar masuk Bali.

Salah satunya adalah penjagaan di pelabuhan Giri Manuk.

Satu per satu kendaraan diperiksa oleh polisi.

Tak hanya itu, petugas imigrasi juga memeriksa kendaraan dan mengecek setiap ruangan yang ada di atas kapal.

Hal ini guna mencari keberadaan buron Interpol yang diduga masih bersembunyu di Bali.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai menyebut Andrew Ayer telah merencanakan kabur dengan bantuan teman perempuannya.

Pihak imigrasi telah bekerja sama dengan polisi dan Kedutaan Besar Rusia untuk mencegah Andrew Ayer dan Ekaterina Trubkina keluar dari Bali.

Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka merupakan buron interpol yang sebelumnya telah menjalani hukuman pidana di Lapas Klas IIA Kerobokan.

Sebelum melarikan diri, Andrew Ayer akan dipindahkan ke rumah detensi imigrasi Denpasar, sebelum dideportasi ke negara asalnya, Rusia.

Andrew rencananya akan dipindahkan ke rumah detensi imigrasi Denpasar sebelum di deportasi ke negara asalnya Rusia.

Petugas Kantor Imigrasi kelas I dan polisi bekerja sama menyebar foto warga negara Rusia yang kabur pada Kamis 11 Februari 2021 kemarin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta petugas imigrasi agar lebih memperketat pengamanan dan pengawalan para tahanan yang sedang dalam proses pemindahan.

“Saya minta pihak imigrasi menambah jumlah personil saat bertugas dan jangan sampai peristiwa kaburnya buronan interpol terulang kembali,” ujarnya, seperti dalam keterangan Senin (15/2/2021).

Menurut Azis, masalah ini dapat mengancam bangsa dan negara Indonesia.

Terlebih, jika napi yang melarikan diri merupakan tahanan berbahaya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai kritik kepada pihak imigrasi atas kaburnya buronan interpol, yakni Andrew Ayer pada Sabtu (13/2/2021).

Azis pun mempertanyakan proses pengamanan dan keamanan kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali atas kaburnya Andrew Ayer.

“Ada keanehan yang terjadi dari kaburnya buronan interpol berwarga negara asing (WNA) asal Rusia tersebut. Masa bisa mudah melarikan diri begitu saja tanpa terlihat petugas imigrasi,” kata Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu seperti dikutip dari Kompas.com.

Oleh karenanya, Azis meminta pihak imigrasi melakukan koordinasi dan komunikasi terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk dapat segera menangkap kembali Andrew Ayer dalam waktu cepat. (*)

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: saradita oktaviani
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved