Wiki Trends
Wiki Trends - Jokowi Diminta Klarifikasi Berikan Jaminan agar Din Syamsuddin Tidak Dikriminalisasi
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dilaporkan sekelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena dituduh radikal.
Merespon hal tersebut, mantan Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memberikan jaminan kepada Din Syamsuddin agar tidak dikriminalisasi.
Din Syamsuddin dilaporkan GAR Alumni ITB ke KASN dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) karena dugaan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 10 November 2020.
Juru Bicara GAR ITB Shinta Madesari mengatakan, laporan tersebut sudah dirilis sejak 28 Oktober 2020 dan dikirim melalui email dan pos ke semua tujuan yang ada di dalamnya.
Melalui surat laporan tersebut, GAR Alumni ITB menilai Din Syamsuddin melakukan pelanggaran yang substansial atas nama norma dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN dan atau pelanggaran disiplin PNS.
Adapun laporan GAR Alumni ITB tersebut mendapatkan respons dari Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang meminta semua pihak untuk tidak mudah menilai seseorang memiliki paham radikal tertentu.
Yaqut menyatakan sikap kritis dan radikal merupakan dua hal yang berbeda.
Ia juga mengatakan bahwa berpolitik merupakan pelanggaran untuk ASN, tetapi menyampaikan kritik adalah hal yang sah.
Sementara itu mantan Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memberikan jaminan kepada Din Syamsuddin agar tidak dikriminalisasi.
Menurutnya, Presiden Jokowi harus memberikan klarifikasi untuk memberikan jaminan kepada mantan Ketum PP Muhammadiyah untuk tidak dikriminalisasi atas dasar laporan pendukung Jokowi.
Novel menambahkan, perihal kasus yang dialami Din Syamsuddin ini menurutnya sangat jelas belum masuk kategori mengkritik.
Pada kasus ini, dia mencontohkan kasus Mao Zeedong yang merupakan mantan presiden Republik Tiongkok yang ingin dikritik namun pada kenyataannya, yang melakukan kritik malah ditangkap. (*)
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Saksi Kata
Di Balik Bentrok Hebat FPI vs PWI LS, Novel Bamukmin Tuding Ada Niat Busuk Terencana dengan Oknum
Kamis, 24 Juli 2025
Nasional
Din Syamsuddin Ambruk saat Salat Zuhur seusai Orasi di Aksi Kawal Putusan Gugatan Pilpres di MK
Selasa, 23 April 2024
Nasional
KECEWA Putusan MK, Din Syamsuddin Ajak Massa Gelar Aksi Besar 'Kepung Istana Presiden'
Selasa, 23 April 2024
Pilpres 2024
REAKSI Din Syamsuddin seusai Putusan MK, Sebut Massa akan Gelar Aksi 20 Mei: Kita Kepung Istana!
Senin, 22 April 2024
TRIBUNNEWS UPDATE
Din Syamsuddin Ajak Massa Lebih Besar untuk 'Kepung' Istana Negara, Gelar Aksi Demo pada 20 Mei 2024
Senin, 22 April 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.