Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

POPULER Pengakuan Pria yang Tolak Bayar Paket COD karena Pesanan Salah: Tauke Sawit Pasti Mampu

Selasa, 16 Februari 2021 07:36 WIB
Tribun Jambi

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok pria bernama Amzi warga Muara Tembesi viral mendapatkan komentar negatif dari warganet setelah videonya viral memaki kurir dan enggan membayar barang COD.

Terkait kejadian itu, Amzi lantas buka suara dan mengungkap pengakuannya.

Menurut Amzi, dia tak bermaksud enggan membayar Cash On Delivery (COD), pasalnya dirinya mengaku merupakan orang yang cukup berada.

Dikutip dari TribunJambi, Amzi (33) warga Muara Tembesi tersebut bahkan bermaksud memenjarakan sang kurir, yakni Noppel atas kejadian yang dialaminya.

Amzi bercerita, ia awalnya melihat iklan sepatu dari Facebook, dan saat dicek ia langsung masuk ke sebuah marketplace dan langsung membelinya.

Pertikaian mulut antara Noppel dan Amzi terjadi saat kurir tersebut datang ke kediamannya.

Saat Noppel datang, ia mengaku tidak tahu bagaimana aturan COD yang ada di marketplace tersebut.

Hal itu lantas membuatnya bermaksud bertanya pada kurir.

Namun, bukanya memberikan penjelasan, kurir tersebut dikatakannya justru marah-marah dan meminta agar pesanannya dibayar sesuai peraturan.

Amzi mengaku, barang yang diterima tersebut tidak sesuai pesanannya.

Dengan alasan itu, maka dia enggan menerima barang itu dan juga tidak mendapat penjelasan mengembalikannya.

“Biasanya, kurir ada yang bilang kita foto lalu kita retur. Tapi ini tiba-tiba saja dia (kurir) ngotot, dan langsung mengatakan tidak bisa, harus dibayar karena sudah peraturan,” kata dia.

Dia mengatakan, bahwa kotak paket, tertera ukuran sepatu 40.

Namun, setelah dibuka, ternyata ukurannya 41.

Padahal, nomor sepatu yang dipesan sesuai ukuran kakinya adalah 39.

Amzi mengaku memang baru sekali memesan barang melalui online.

Terkait keributan dengan kurir, Amzi mengatakan bahwa sebenarnya tidak keberatan bayar biaya kirim, tapi menolak membayar barang.

Ia juga menuturkan, bukan orang yang tak mampu untuk membayar paket itu.

Amzi menuturkan, dirinya adalah seorang pebisnis dan mengaku merupakan seorang tauke sawit di daerahnya.

Hanya saja karena dia merasa pesanan tidak sesuai barang yang datang, ia menolak untuk membayarnya, dan sempat membuka paket untuk memastikan kondisi pesanannya.

Setelah kejadian yang dialaminya, Amzi mengaku mendapatkan banyak hujatan.

"Tapi saya minta satu, jangan terlalu menghujat. Cari bahasa yang lebih enak,” ungkap Amzi Jumat (12/2/2021).

Ia mengatakan saat ada kata hujatan, ia menyimpan dan menolak menanggapi.

"Saya screenshoot, saya kirim ulang ke mereka," jelasnya.

Terkait kasusnya dengan Noppel, Amzi mengaku siap memberi ganti rugi jika memang sang kurir tidak mendapat fee karena pesanan ditolak.

Ia kembali menegaskan, enggan menerima barang tersebut karena tak sesuai dengan pesanannya.

Amzi juga menyayangkan video yang diunggah menayangkan data pribadinya secara lengkap, mulai dari tempat tinggal dan juga nama lengkap.

Menurut Amzi, unggahan tersebut masuk unsur pencemaran dan menggiring opini.

Karena menganggap ada unsur pencemaran nama baik, Amzi menunggu itikad baik Noppel selaku kurir yang memvideokan dan posting di media sosial itu.

“Ini WhatsApp saya sudah 5.000 pesan masuk tidak saya buka setelah video itu viral, dari seluruh Indonesia,” kata dia.

Amzi juga mengatakan, apabila tak ada itikad baik dari sang kurir, maka ia akan melaporkan Noppel ke polisi.

Amzi berucap, ia saat ini mencalonkan diri sebagai kepala desa Ampelu Tuo dengan klaim adanya 1000 orang pemilih.

Namun ia mengaku tak ingin menggerakan massanya untuk masalah tersebut.

Pasalnya Amzi masih satu kampung dengan sang kurir, Noppel.

Bahkan dia kenal dengan keluarga Noppel.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Ngotot Mau Lapor Polisi, Konsumen Viral yang Tolak Bayar Barang COD Ancam Kurir Bila Tak Lakukan Ini

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Sumber: Tribun Jambi
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved