Yandex

Travel

Kampung Tematik Mulyaharja di Bogor, Tawarkan Tempat Agro Eduwisata di Persawahan yang Instagramable

Senin, 15 Februari 2021 12:53 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Berbicara tentang pekotaan, sebagian orang mungkin mengira bahwa kota-kota di Indonesia sudah tidak memiliki bentangan sawah asri berlatar belakang gunung.

Namun, Kota Bogor ternyata menawarkan pemandangan tersebut melalui Agro Eduwisata Organik Mulyaharja atau Kampung Tematik Mulyaharja.

Manager Operasional Agro Eduwisata Organik Mulyaharja Kipin Ramadhan mengatakan, terciptanya tempat wisata tersebut bermula dari Lomba Rancang Kampung Tematik milik Bappeda Kota Bogor pada 2017.

“Mulyaharja ekonominya paling lemah di Kota Bogor. Karena itu, kita pemuda karang taruna inisiatif angkat agro kaena kita punya area persawahan di perbatasan kota yang Instagramable. Kita berhasil naikin, dan berhasil juara 1 se-Provinsi Jawa Barat,” kata dia kepada Kompas.com, Senin (8/2/2021).

Baca: Hendak Liburan di Bogor, Wisatawan Asal Tangerang Kecewa Harus Putar Balik

Sejak saat itu, pihaknya menawarkan program wisata edukasi, seperti menanam padi dan menyemai.

Namun, baru pada pertengahan 2020 tempat wisata tersebut semakin dikembangkan.

Salah satunya adalah menambah kegiatan wisata trekking karena ada peran dari Wali Kota Bogo Bima Arya yang gemar melakukan aktivitas itu.

Sebagai tempat agro eduwisata di persawahan, Kipin mengatakan bahwa wisata edukasi seperti bertani masih belum bisa berjalan dengan maksimal.

Sebab, saat tempat wisata tersebut buka pada awal Januari 2021, mereka masih dalam masa panen.

“Belum ada lahan untuk wisata edukasi. Sekarang ada yang panen baru bisa terapkan edukasi,” kata Kipin.

Kendati demikian, wisatawan tidak bisa melakukannya karena tempat wisata tersebut sedang ditutup sejak beberapa hari lalu hingga informasi lebih lanjut guna mencegah penyabaran Covid-19.

Jika sudah dibuka kembali dan satu petak tanah telah tersedia, wisatawan bisa melakukan wisata edukasi bertani.
Selain itu, ada juga kegiatan membajak sawah yang akan dihadirkan. Sementara kegiatan lainnya adalah Istana Lumpur dan outbound.

“Kalau kemarin wisata kuliner dan lebih ke wisata jalan-jalan saja sambil selfie. Tapi yang paling penting kita ngejarnya wisata edukasi sih karena anak-anak sekarang kesadaran bercocok tanamnya kurang,” ujar Kipin.

Kemudian, kegiatan wisata lain yang bisa dilakukan adalah trekking melalui tiga jalur yang dapat dipilih sesuai kemampuan dan minat.

Melalui jalur tersebut, pemandangan yang terlihat adalah Bukit Wangun, persawahan, perkebunan, dan beberapa tempat terbaik di dataran tinggi Kota Bogor.

“Ada juga trek biasa yang hanya tiga kilometer, pemandangan perkebunan biasa. Ada juga jalur 2,1 kilometer yang melewati sungai dan air terjun,” kata Kipin.

“Kita melewati empat bukit yang didominasi tanaman-tanaman seperti singkong, ubi, pisang, dan persawahan,” lanjutnya.

Nantinya, pihak tempat wisata juga akan menambahkan kegiatan wisata, seperti berkebun, serta edukasi pembuatan madu.

Bahkan, beberapa permainan seperti bola bekel dan congklak akan dihadirkan pada waktu mendatang.

Bagi yang hanya ingin menikmati pemandangan sambil foto-foto, terdapat beberapa spot foto yang tersedia seperti tulisan Visit Mulyaharja, bangku dengan pemandangan sawah, dan ayunan.

Baca: Menikmati Kesegaran Air Curug Pangeran di Kabupaten Bogor, Cocok Untuk Libur Panjang Imlek

Bantu ekonomi masyarakat setempat Terkait wisata edukasi bercocok tanam, Kipin menuturkan bahwa pihaknya ingin menghidupkan kembali hal tersebut agar digandrungi kawula muda.

Dalam paparannya, dia mengungkapkan bahwa dirinya sering mendengar cerita dari para petani di Mulyaharja soal hal tersebut.

Jika ingin berkunjung, Kampung Tematik Mulayaharja berlokasi di RT 05/RW 01, Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Harga tiket masuknya adalah Rp 10.000 per orang dengan jam operasional setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB.

Untuk trekking, harganya adalah Rp 100.000-Rp 135.000 per orang dengan minimal lima orang. Harga sudah termasuk pemandu dari warga lokal.

Sementara untuk wisata edukasi bertani, harganya adalah Rp 50.000 per orang dengan minimal 20 orang.

Harga sudah termasuk peralatan penunjang serta bibit, tujuh petani yang akan memandu acara bertani, serta instruktur dari Dinas Pertanian.

Untuk penginapan, harganya adalah Rp 50.000-Rp 100.000 per orang dengan biaya sekali makan Rp 25.000 per orang.

“Satu kamar muat untuk empat orang. Harga tergantung fasilitas kamar, itu semua sudah termasuk PPN,” kata Kipin.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kampung Tematik Mulyaharja Bogor, Wisata Edukasi yang Instagramable"

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Kompas.com
Tags
   #wisata edukasi   #Instagramable   #Bogor
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved