Senin, 13 April 2026

Detik-Detik Siswa SMP Negeri 1 Kuta Terhisap Air Terjun Tegenungan

Rabu, 15 Maret 2017 17:59 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM, GIANYAR – Seorang siswa kelas 2, SMP Negeri 1 Kuta, I Gede Arsa Kusuma Wijaya (14) tewas terhisap pusaran air di objek wisata air terjun Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati, Rabu (15/3) pukul 08.30 Wita.

Tubuh remaja yang merupakan anak dari Camat Kuta ini, baru berhasil dievakuasi Tim Basarnas, pukul 13.15 Wita.

Dalam video ini terlihat detik-detik usai korban tenggelam hingga proses pencarian dan evakuasi jasad korban.

Evakuasi membutuhkan waktu lama karena volume air terjut relatif besar dan keruh. 

Informasi dihimpun Tribun Bali di TKP (tempat kejadian perkara), sebelum tewas, korban bersama 13 orang temannya, sama-sama dari SMPN 1 Kuta, datang ke objek wisata ini untuk liburan.

Tonton juga:

Menteri Susi Pudjiastuti Marah Besar, Terumbu Karang Raja Ampat Rusak Parah!

Detik-Detik Pesawat Garuda Indonesia Nyaris Terbakar di Bandara Soekarno Hatta

Disebabkan saat itu keadaan air terjun keruh, dan volumenya besar, hanya tujuh orang saja yang mandi.

Namun tidak berselang lama, seorang teman korban, Agus Wahyu Putra Nandang (14) tersedot oleh pusaran air.

Melihat keadaan tersebut, korban pun berusaha menolong, sehingga Wahyu bisa diselamatkan.

Namun lantaran korban terlalu dekat dengan pusaran air terjun, korban sendiri tidak dapat menyalamatkan diri.

Tubuh warga Jimbaran, Kuta Selatan itu pun lenyap di bawah gempuran air.

Masyarakat setempat sempat melakukan pertolongan, namun lantaran keadaannya berbahaya, pertolongan tersebut tidak membuahkan hasil.

Tidak berselang lama, pihak kepolisian bersama Basarnas, anggota BPBD serta lainya pun tiba dilokasi.

Namun mereka pun tidak bisa berbuat banyak.

Mereka hanya bisa menunggu tubuh korban keluar dari dalam air.

Pihak keluarga, teman sekolah dan Kepala Sekolah SMPN 1 Kuta pun hanya bisa melakukan prosesi mengaturkan sesajen, agar tubuh Wijaya bisa cepat keluar dari pusaran air.

Namun di sisi lain, masyarakat tidak kehabisan akal.

Mereka membendung aliran sumber air terjun Tegenungan menggunakan kayu dan batang pisang.

Upaya tersebut membuahkan hasil, yakni tubuh Wijaya keluar dari dalam air.

Namun sayang, saat itu keadaannya sudah tidak bernyawa.

Jasad korban langsung dimasukkan ke dalam kantung jenazah, untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Putu Sugiarta mengatakan, korban baru pertama kali datang ke objek ini.

Karena itu, mereka tidak mengenali keadaan air yang baik untuk mandi.

Bahkan, tim evakuasi pun menyatakan keadaan air saat itu sangat berbahaya, karena itu tim harus menunggu hingga volume air dan kekeruhannya berkurang. 

“Semoga hal ini menjadi pengalaman bagi semua orang. Bahwa, sebelum mandi di air terjun, kita harus mengenali keadaannya. Sebab informasi yang kami peroleh, pusaran air terjun di sini muter ke dalam. Itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Berdasarkan data Desa Kemenuh, kasus seperti ini sudah terjadi sebanyak tiga kali.

Yakni, di tahun 1993, 1994 dan 2014.

Hampir semua kasus yang terjadi karena korban mengabaikan keadaan yang dinilai berbahaya. (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Bali

Tags
   #Bali   #Air Terjun Tegenungan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved