Senin, 27 April 2026

Tribunnews Update

Semburan Gas dan Lumpur di Pesantren Al Ikhsan Masih Terjadi, Diameter Lubang Melebar hingga 6 Meter

Senin, 8 Februari 2021 13:09 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Para santri dan warga dihebohkan dengan munculnya semburan gas di Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School Kampus dua, di Kelurahan Tuah Negeri, Pekanbaru, Riau.

Hingga hari keempat, semburan gas masih muncul di lokasi tersebut, bahkan diameternya melebar.

Dilansir oleh Kompas.com , peristiwa semburan gas bercampur pasir, batu dan lumpur tersebut kali pertama terjadi pada Kamis (4/2/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca: Semburan Gas di Pesantren Pekanbaru akibatkan Bangunan Rusak Berat, Sempat Disebut Gas Beracun

Munculnya semburan disinyalir berasal dari aktivitas pengeboran sumur di pesantren itu.

Lurah Tuah Negeri Syarifudin mengatakan, gas menyembur tiba-tiba ketika pengeboran sumur mencapai kedalaman 119 meter.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, langsung menuju ke lokasi untuk pengecekan.

"Menurut kajian dari DLHK, ini semburan gas. Semburan gas ini terjadi ketika dilakukan pengeboran sumur bor," tutur dia.

Akibat semburan tersebut, bangunan pondok dan pesantren pun mengalami kerusakan berat.

Atap bangunan roboh lantaran tak kuat menahan semburan batu dan lumpur setinggi 10 meter tersebut.

Sebanyak 34 santri terpaksa diungsikan ke bangunan kampus 1 Ponpes yang terletak di Desa Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar.

Beruntung tidak ada korban jiwa.

Pada hari keempat, Minggu (7/2), semburan gas masih terjadi.

Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus Lukman mengatakan, bahkan ukuran diameternya semakin membesar, yang mulanya sebesar empat metrer kini bertambah menjadi enam meter.

Kendati demikian, ketinggian semburan relatif berkurang.

"Diameter lubang memang bertambah besar menjadi enam meter. Karena tekstur tanah yang di atas itu ketika ada gas dan air yang bergejolak otomatis akan berpengaruh. Cuma, dari tinggi semburan gas sudah turun drastis," kata Kepala Dinas ESDM Riau Indra Agus Lukman.

Baca: Pondok Pesantren di Ciampea Kebakaran saat Para Santri sedang Mengaji di Luar Kamar

Selain itu, kondisi semburan gas saat ini tidak lagi berpotensi meledak, karena Lower Explosive Limit (LEL) sudah nol.

Begitu juga dengan H2S atau kandungan racun pada gas, diklaim sudah tidak ada.

Namun, Indra mengimbau warga tetap waspada.

"Kita tetap harus waspada. Pengukuran kita tadi siang nol. Tapi kadang ada, yang berarti masih ada pergerakan di bawah," kata Indra. (Tribun-video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hari Keempat, Semburan Gas di Pesantren Masih Terjadi, Diameter Melebar dan Tinggi Semburan Menurun

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved