Minggu, 19 April 2026

Tribunnews Update

Sosok Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris, Ternyata Pemuda Bertelenta & Yatim Piatu sejak Dini

Minggu, 7 Februari 2021 15:07 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM - Masih santer dibicarakan tewasnya pemuda setelah tertusuk keris temannya saat melakukan tari rangda dalam acara ritual Napak Pertiwi di Denpasar, Bali, Kamis (4/2/2021).

Pemuda yang diketahui berinisial IGNEP (16) itu, semasa hidupnya dikenal sebagai sosok pemuda yang baik, ramah dan suka bersosial, terutama saat kegiatan adat dan keagamaan.

Hal ini diungkap I Nyoman Suardana, adik dari kakek korban IGNEP yang tinggal tidak jauh dari tempat rumah duka, Jalan Raya Tuka, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali.

Baca: Kronologi Penari Rangda Tertusuk Keris saat Acara Napak Pertiwi, Tersungkur Diiringi Suara Gamelan

Dikutip dari TribunBali.com, Nyoman Suardana menyebut IGNEP merupakan anak yang penuh talenta yang menekuni bidang kesenian tari-tarian Bali.

"Ini adalah cucu kami Gede Nanda (IGNEP), cucu dari kakak kami. IGNEP ini ada seorang anak muda yang penuh talenta. Dia dibidang tari, tari apapun dia bisa,"

"Baik topeng, pewayangan dan lainnya bahkan tabuh juga.

Padahal dia baru kelas 10 (kelas 1) di SMK," ujarnya, Sabtu 6 Februari 2021 diteras rumah IGNEP.

Sosok IGNEP di mata keluarga serta kerabat dekatnya, dikenal sebagai pemuda yang baik, ramah dan suka bersosial, terutama saat kegiatan adat dan keagamaan.

Nyoman Suardana lantas mengungkap bahwa pemuda 16 tahun itu sudah menjadi seorang anak yatim piatu sejak 2 atau 3 tahun lalu.

Tak lama setelah kedua orang tuannya meninggal karena sakit, kakek kesayangan IGNEP juga menyusul karena sakit pada tahun 2020.

IGNEP pun hanya tinggal bertiga dengan nenek dan adiknya.

"Dia punya orang tua tapi meninggal dunia karena sakit, kakeknya juga sama tahun lalu.

Sekarang dia tinggal sama nenek dan adiknya yang masih kelas 5 SD. Almarhum tulang punggung keluarga," terangnya.

"Walaupun baru SMK, tapi dia sangat diandalkan oleh orang tuanya, bahkan dia kadang-kadang melatih tabuh diberikan sekedar, dia pakai untuk keluarga,"

"Disamping ngayah (bekerja) dia sangat sosial sekali, dia ngayah dimana-mana dia mau, dia dari umur kelas 5 sudah pentas," cerita kakek IGNEP.

Nyoman Suardana mengaku sangat bangga dengan korban.

"Yang amat sangat kami sayangkan bersama, seorang anak muda yang punya talenta telah meninggalkan semua.

Baca: Remaja di Denpasar Tewas Tertusuk Keris saat Tengah Jadi Penari Rangda, Langsung Tersungkur

Saya juga selaku kakeknya sangat bangga punya cucu seperti IGENP, dan sangat tepukur atas kepergiannya."

Sementara itu, mengenai kepergian korban, pihak keluarga mengaku sangat terpukul dengan kepergian korban.

Namun dirinya dan keluarga yang lain mengaku sudah ikhlas dengan kepergian IGENP.

Hanya sangat disayangkan dalam usia yang sangat belia ini beliau harus meninggalkan kita bersama," kata Nyoman Suardana.

Mengenai hal ini, I Nyoman Suardana pun memberikan pesan kepada semua orang tua atau penggiat seni agar bisa memperhatikan penari yang masih berusia belasan tahun.

Agar hal ini bisa menjadi pelajaran bersama, karena usia penari yang masih belia belum sepatutnya untuk menjalankan hal-hal yang seperti itu, mengingat acara tersebut terbilang sakral di Bali.

"Walupun dari segi kelihaian mereka menari bagus, tapi dari segi usia dan mental mereka belum siap.

Maka kami, saya selaku kakeknya memohon kepada mungkin siapa pun yang melaksanakan kegiatan seperti ini mohon memperhatikan dari segi resiko yang mungkin dihadapi oleh penari.

Jangan sampai terjadi ke anak-anak yang punya talenta seperti ini, malah jadi akhir dari prestasi mereka didalam kehidupan," tambahnya. (Tribun-video.com/TribunBali.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul INFO TERBARU, Pemuda Penari Rangda yang Tewas Tertusuk Keris Dikenal Miliki Talenta Sejak Usia Dini

Editor: Panji Anggoro Putro
Sumber: Tribun Bali

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved