Yandex

TribunnewsWiki

Sindrom Cushing, Sekumpulan Gejala yang Terjadi akibat Tingginya Kadar Hormon Kortisol dalam Tubuh

Minggu, 7 Februari 2021 11:45 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Sindrom Cushing adalah sekumpulan gejala yang terjadi akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh.

Kondisi ini juga umum dikenal sebagai hiperkortisolemia dan lebih sering terjadi pada perempuan.

Penyebab

Hormon kortisol merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, suatu organ yang terletak di atas ginjal.

Hormon kortisol merupakan stress hormone.

Peningkatan hormon ini dapat disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal.

Faktor eksternal yang menyebabkan meningkatnya hormon ini paling sering adalah penggunaan obat kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang.

Peningkatan kortisol yang disebabkan oleh faktor internal biasanya diawali dengan meningkatnya hormon adrenokortikotropik (ACTH) dalam tubuh, seperti pada tumor hipofisis atau tumor penghasil ACTH.

Kondisi ini disebut sebagai penyakit Sindrom Cushing dan merupakan kondisi medis yang spesifik dan menjadi penyebab Sindrom Cushing.

Gejala

Mereka yang mengidap Sindrom Cushing dapat terlihat dari gejala-gejala yang muncul, di antaranya sebagai berikut:

- Wajah terlihat bulat (moon face).

- Wajah terlihat kemerahan.

- Naiknya berat badan atau obesitas.

- Deposit lemak pada tengkuk (buffalo neck).

- Penipisan kulit yang rentan memar.

- Jerawat.

- Kelelahan.

- Lemah otot.

- Hipertensi.

- Meningkatnya gula darah.

- Depresi dan cemas

- Osteoporosis.

- Batu ginjal.

- Gangguan tidur.

- Tumbuhnya rambut pada tubuh dan wajah.

- Pada perempuan, menstruasi yang tidak teratur.

- Turunnya libido.

- Gangguan ereksi pada pria.

Pengobatan

Sindrom Cushing yang disebabkan oleh penggunaan kortikosteroid yang berlebih tidak membutuhkan penanganan khusus selain penghentian konsumsi kortikosteroid.

Namun, jika penyebab medis sindrom Cushing seperti Penyakit Cushing sudah terbukti, maka diperlukan tindakan sesuai penyebab yang mendasarinya.

Misalnya, pada sindrom Cushing yang disebabkan oleh tumor, tindakan pengobatan yang harus dilakukan adalah pembedahan, baik di kelenjar hipofisis maupun adrenal.

Usai pembedahan, pasien membutuhkan obat untuk mensubstitusi hormon kortisol secara sementara.

Pada beberapa kasus tumor, radioterapi juga bisa dilakukan.

Jika bedah dan radioterapi tidak berhasil, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengontrol kadar kortisol.

Untuk mencegah sindrom Cushing yang disebabkan oleh pemakaian obat golongan kortikosteroid adalah dengan menghindari konsumsi obat tersebut dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama.

Pemakaian kortikosteroid juga harus sesuai petunjuk dokter dan berada dalam pengawasan dokter. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Sindrom Cushing

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved