Yandex

TribunnewsWiki

Sindrom Cauda Equina, Penekanan pada Sekumpulan Saraf di Bagian Bawah Tulang Belakang Manusia

Kamis, 4 Februari 2021 20:47 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Sindrom cauda equina merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat penekanan pada sekumpulan saraf (cauda equina) di bagian bawah saraf tulang belakang.

Cauda equina berperan dalam mengirimkankan dan menerima sinyal sensorik antara otak dan organ tubuh bagian bawah, seperti tungkai, kaki, dan organ panggul.

Jika cauda equina mengalami penekanan, maka sinyal tersebut tidak akan dapat dikirimkan maupun diterima, serta bagian fungsi tubuh tertentu akan terganggu.

Meskipun kondisi ini jarang terjadi, namun jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, inkontinensia urine dan tinja, serta disfungsi seksual, sehingga penanganan yang tepat harus segera dilakukan.

Penyebab

Sindrom cauda equina disebabkan oleh penekanan pada saraf di bagian bawah saraf tulang belakang, yang mengakibatkan jepitan dan peradangan pada saraf tersebut.

Salah satu kondisi yang menjadi penyebab utama sindrom cauda equina adalah herniasi diskus atau hernia nukleus pulposus.

Herniasi diskus merupakan suatu kondisi dimana bantalan tulang belakang mengalami pergeseran.

Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan sindrom cauda equina, antara lain:

- Cacat lahir.

- Cedera tulang belakang bagian bawah.

- Infeksi atau peradangan pada tulang belakang.

- Komplikasi pasca operasi tulang belakang.

- Malformasi arteri vena.

- Perdarahan tulang belakang, baik subarachnoid, subdural, maupun epidural.

- Stenosis spinal.

- Tumor pada tulang belakang.

Gejala

Gejala yang dirasakan oleh pengidap sindrom cauda equina umumnya berkembang secara bertahap dan bervariasi.

Beberapa gejalanya, antara lain:

- Gangguan buang air besar dan buang air kecil.

- Mati rasa di daerah pangkal paha.

- Nyeri di sepanjang saraf panggul (skiatika).

- Nyeri hebat pada punggung bagian bawah.

- Otot tungkai mengalami kelemahan.

- Refleks anggota tubuh bagian bawah berkurang atau menghilang.

Pengobatan

Penanganan sindrom cauda equina adalah melalui tindakan operasi.

Tindakan operasi ini sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah gejala dirasakan.

Tindakan operasi ini bertujuan untuk menghilangkan tekanan yang terjadi pada bagian bawah saraf tulang belakang.

Pada sindrom cauda equina yang disebabkan oleh herniasi diskus, tindakan operasi akan dilakukan pada area bantalan tulang belakang, untuk mengangkat jaringan yang menekan saraf.

Diharapkan, tindakan operasi yang dilakukan dapat mencegah kerusakan saraf dan kecacatan permanen.

Namun demikian, tindakan operasi tidak serta merta dapat mengembalikan fungsi tubuh secara keseluruhan, oleh karena tergantung pada tingkat kerusakan saraf yang dialami pengidap.

Setelah menjalani operasi, dokter akan memberikan beberapa terapi, seperti:

- Analgesik (Ibuprofen, Paracetamol), untuk meredakan nyeri pasca operasi.

- Antibiotik, untuk membunuh bakteri jika terdapat infeksi.

- Antimuscarinic (Tolterodine, Hyoscyamine), untuk mengendalikan fungsi kandung kemih dan usus.

- Kortikosteroid, untuk meredakan peradangan yang terjadi.

- Kemoterapi dan/atau radioterapi, untuk sindrom cauda equina yang disebabkan oleh tumor tulang belakang.

- Fisioterapi, untuk membantu mengembalikan kekuatan kaki pengidap agar dapat berfungsi normal kembali. (TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Sindrom Cauda Equina

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Cauda Equina   #sindrom   #saraf   #tulang belakang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved