Senin, 27 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Buntut Panjang Kudeta Myanmar: 42 Pejabat Diculik dan 16 Aktivis Hilang Misterius

Rabu, 3 Februari 2021 09:48 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Komandan militer tertinggi Myanmar disebut sudah mengambil alih pemerintahan dan keadaan darurat satu tahun telah diumumkan.

Berita soal kudeta militer tersebut baru disadari masyarakat Myanmar pada Senin (1/2/2021).

Pengambilalihan itu diumumkan dalam pernyataan yang disiarkan di stasiun televisi milik militer.

Dilansir Kompas.com, seperti yang diketahui sebelumnya pemimpin sipil negara yakni Aung San Suu Kyi, telah ditahan.

Baca: Viral Video Seorang Wanita Sedang Senam di Depan Parlemen Myanmar saat Terjadi Kudeta Militer

Ia ditahan bersama anggota partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) miliknya.

Kudeta yang terjadi di Myanmar maishberbuntut panjang.

Diinformasikan oleh Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) di Myanmar mengatakan telah mendokumentasikan penangkapan setidaknya 42 pejabat.

Selain itu ada sekitar 16 aktivis masyarakat sipil.

Pihaknya dikabarkan masih akan melakukan proses verifikasi.

Hal tersebut dilakukan lantaran beberapa tahanan juga sempat dibebaskan pada hari yang sama dengan hilangnya beberapa aktivis.

"Kami terbangun dengan berita kudeta militer di pagi hari dan beberapa teman kami ditahan," kata seorang aktivis lokal

Baca: Militer Myanmar Copot 24 Menteri dan Tunjuk 11 Pengganti, Buntut Kudeta dan Penahanan Suu Kyi

Selain beberapa tokoh politik dan aktivis yang hilang, gangguan internet juga dialami masyarakat.

Ternyata, dilakukan Pembatasan dimulai pada pukul 03.00 pada Senin waktu setempat.
Konektivitas internet turun hingga 50 persen dari tingkat normal konektivitas internet pada pukul 08:00.

Data tersebut menunjukkan gangguan yang memengaruhi operator jaringan termasuk Myanma Post and Telecommunications (MPT) milik negara dan operator internasional Telenor.

Saat ini, Kehidupan di Myanmar dibayangi korupsi, harga yang berfluktuasi, penindasan terhadap kehidupan sehari-hari, kekurangan gizi kronis di beberapa daerah, dan perselisihan etnis di daerah lain.

Banyak yang sekarang khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. (Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mulai Rasakan “Perubahan” Pasca-kudeta, Warga Myanmar Suarakan Kekhawatiran di Medsos"

Video Production: Fitriana SekarAyu
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved