Tribunnews Update
Soal PPATK Sebut Ada Transfer Lintas Negara ke Rekening FPI, Polisi Diingatkan Terkait 'Arab Spring'
TRIBUN-VIDEO.COM - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga adanya aliran keuangan lintas negara terkait rekening Front Pembela Islam (FPI).
Walaupun pihak PPATK menemukan adanya transaksi aliran dana dari lintas negara di rekening FPI, namun belum dijelaskan secara detail terkait hal tersebut.
Sebelumnya pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan, PPATK telah memblokir 92 rekening milik FPI berikut afiliasinya.
Hal ini disampaikan Kepala PPATK, Dian Ediana Rae.
Setelah sebelumnya pemerintah melarang kegiatan organisasi ini.
Dikutip Tribun-video.com dari Kompas.com, PPATK mengatakan masih terus memeriksa puluhan rekening yang diblokir ini.
Hasil pemeriksaan ini nantinya akan diserahkan ke polisi.
Sementara Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengatakan bahwa pendanaan dalam gerakan radikal, ekstrem, dan terorisme di Indonesia selalu menjadi persoalan.
Polri seharusnya bisa mengungkap motif di balik aliran dana asing tersebut.
Ketika penulusuran secara digital semakin ketat, kelompok terorisme menggunakan jalur nondigital untuk transaksi.
Dia mengingatkan belum lama ini ada temuan uang dari kotak amal digunakan untuk mendanai kegiatan teroris.
Beberapa kelompok menggunakan sirkular funding atau pencucian uang.
Uang dikeluarkan terlebih dahulu dari dalam negeri, lalu diendapkan di luar negeri, kemudian kembali ke dalam negeri.
"Berkaca dari berbagai kasus pendanaan terhadap kelompok radikal, tindakan PPATK membekukan beberapa rekening FPI itu sudah tepat. Karena memang ini modus operandi yang sering dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrem kanan di Indonesia," kata Islah, Selasa (26/1/2021).
Dikutip dari Tribunnews.com, Islah kemudian memberikan contoh aksi Arab Spring yang membuat beberapa negara di Timur Tengah hancur-hancuran.
Hal itu ditengarai adanya aliran dana luar negeri dan keterlibatan negara-negara barat dalam upaya menghancurkan beberapa negara Arab yang dipimpin orang-orang yang dinilai totalitarian.
Arab Spring merujuk istilah pada aksi pemberontakan di musim semi.
Pemimpin-pemimpin di Arab yang sangat karismatik dan disegani ditumbangkan, walaupun sebenarnya negaranya makmur.
Islah mencontohkan Muammar Khadafi saat memimpin Libya.
Dalam konteks Indonesia, analisis Islah, FPI bisa saja menjadi mesin curah, karena masih bisa bergerak di tataran normatif. Kemudian FPI seperti dispenser untuk pendanaan kelompok ekstrem.
Islah mengatakan, ada indikasi keterlibatan lembaga donasi dan beberapa orang top di Indonesia mendanai FPI.
Tapi modelnya berputar, dikeluarkan ke luar negeri, lalu kembali ke Indonesia.
Menurut dia, model pendanaan Arab spring sudah mulai mengarah ke sana.
"Ya bagusnya dibekukan, sebelum dana yang di dalam itu dikuras. Memang seharusnya Polri dan juga beberapa lembaga penegak hukum dan juga stakeholder, sudah harus bisa mentracing itu," tuturnya.(Tribun-video.com/ Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ada Transaksi Lintas Negara di Rekening Eks FPI, Polisi Diingatkan Soal 'Arab Spring'
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Alarm Perang Besar ! AS Ambil Alih Teheran, IRGC Bersiap Pakai Senjata Pamungkas
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Jepang Turun Tangan! PM Takaichi Tawarkan Siap Buka Dialog dengan Iran di Tengah Krisis Hormuz
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Mentan Amran Pastikan Stok Beras RI Aman, Capai 4,6 Juta Ton di Tengah Ancaman Godzilla El Nino
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Siapkan Jawaban soal Proposal 15 Poin Damai AS, Sebut Usulan dari Washington Berlebihan
6 hari lalu
Tribunnews Update
Iran Soroti Operasi Penyelamatan Pilot AS, Ungkap Hanya Kedok untuk Ambil Uranium Diperkaya
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.