Yandex

Travel

PPKM Jilid 2, Wisata Berbasis Alam di Karanganyar Tetap Buka

Senin, 25 Januari 2021 22:28 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Tempat wisata yang tak punya risiko tinggi penularan Covid-19 tetap buka selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang, 26 Januari-8 Februari 2021.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto.

“Tempat wisata yang karakternya kita nilai tidak signifikan atau tidak berisiko terhadap penularan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang baik, tetap buka,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Tempat wisata dalam kategori tersebut contohnya adalah yang ada di ruang terbuka, seperti wisata alam.

Termasuk juga tempat-tempat wisata di Kecamatan Tawangmangu yang terkenal sebagai salah satu kawasan wisata di Karanganyar.

“Puncak Lawu, Sakura Hill, Lawu Park Camp yang sekarang berubah namanya jadi Embun Lawu. Lalu ada Camping Tawangmangu Wonder Park, Camping Sekipan,” papar Titis.

Aktivitas camping pun masih tetap diizinkan untuk dilakukan, walaupun ada pembatasan jam operasional tempat wisata hingga pukul 17.00 WIB.

“Camping bisa, tutup itu masuknya. Kalau camping ya enggak apa-apa. Cuman kalau rombongan dengan acara khusus itu yang enggak boleh. Aktivitas camping rombongan boleh, misalnya kelompok motor atau kelompok mobil tertentu,” imbuh Titis.

Tetap dibukanya tempat-tempat wisata tersebut diharapkan bisa memberikan fasilitas untuk masyarakat agar bisa meningkatkan imunitas tubuh, serta menjaga harmoni keluarga dan mengurangi tingkat kejenuhan.

Tetap peduli penanganan Covid-19 Walaupun tetap membuka tempat wisata, Titis menegaskan bahwa Kabupaten Karanganyar masih peduli terhadap penanganan kasus Covid-19.

Maka dari itu, tempat wisata lainnya yang dinilai punya risiko tinggi terhadap penularan Covid-19, diputuskan tetap ditutup, bahkan sejak awal pandemi.

Tempat-tempat wisata dalam kategori tersebut adalah yang berada di ruangan tertutup. Salah satunya adalah Museum Dayu, yang merupakan bagian dari Museum Manusia Purba Sangiran.

“Itu kita tetap tutup, seperti milik pemerintah juga. Misalnya, Edupark Intan Pari, itu sampai hari ini belum buka.

Padahal pengunjungnya kalau normal per tahun bisa sampai 400.000 orang,” tutur Titis.

Tak perlu khawatir pembatasan
Terkait operasional tempat wisata, Titis menegaskan tetap mengikuti instruksi dari pemerintah.

Termasuk adanya pembatasan kapasitas serta jam operasional tempat wisata yang hanya sampai pukul 17.00 WIB saja.

Salah satunya soal protokol kesehatan di setiap tempat wisata yang sudah diberlakukan secara lebih ketat.

“Tidak ada pembatasan pun dengan branding PPKM itu, pergerakan orang kan sudah terbatas, sehingga kita tetap buka dengan protokol kesehatan yang lengkap. Tapi faktanya, pengunjungnya juga tidak ada,” terang Titis. Ia mencontohkan, tempat wisata Air Terjun Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu memiliki kapasitas normal 3.000 pengunjung. Untuk akhir pekan, biasanya tempat wisata tersebut bisa dikunjungi sekitar 700-1.000 pengunjung. “Kemarin saya ke sana hari minggu itu ada 15 motor kalau enggak salah. Grojogan Sewu itu 1.000 orang aja enggak kelihatan. Paling ini hanya 50 orang, jadi enggak perlu dikhawatirkan,” sambung dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul PPKM Diperpanjang, Wisata di Karanganyar Berbasis Alam Tetap Buka

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved